Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

July 3, 2013

Transplantasi Sumsum Tulang 2 Pasien Sembuh dari HIV

Positif mengidap HIV (ilustrasi)
Positif mengidap HIV (ilustrasi)

WASHINGTON -- Dua pasien berhenti minum obat HIV setelah transplantasi sumsum tulang. Laporan dokter menyebutkan operasi tersebut tampaknya membersihkan virus dari tubuh mereka.
Salah satu pasien menghabiskan hampir empat bulan tanpa minum obat. Namun, tidak ada tanda-tanda virus kembali.
Tim dari Rumah Sakit Brigham dan Wanita mengingatkan terlalu jauh untuk membicarakan tentang pengobatan karena virus dapat kembali. Namun, penemuan itu dipresentasikan pada Konferensi AIDS Society. 

Dalam laporan itu, sulit untuk menyingkirkan infeksi HIV karena mereka bersembunyi di dalam DNA manusia. Virus membentuk perlindungan tak tersentuh di dalam tubuh. Obat anti-retroviral menjaga virus dari aliran darah. Tetapi, ketika obat dihentikan, virus datang kembali. 

Kedua pasien laki-laki itu hidup dengan HIV selama sekitar 30 tahun. Mereka menderita kanker, limfoma, yang membutuhkan transplantasi sumsum tulang. 

Dilaporkan BBC, sumsum itulah merupakan tempat di mana sel-sel darah baru dibuat. Setelah transplantasi, tidak ada HIV yang terdeteksi dalam darah selama dua tahun pada satu pasien dan empat tahun di pasien yang lain.
Baca selengkapnya >>>>>

January 10, 2013

Mencegah Penyakit Hipertensi

Penyakit hipertensi atau yang lebih dikenal dalam bidang kedokteran sebagai penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal sehingga bisa meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.
Tekanan darah adalah daya yang dikeluarkan darah yang mendesak dinding-dinding pembuluh darah. Tekanan darah dapat diukur dengan menggunakan pembalut karet yang dapat menggembung, yang dililitkan melingkar pada lengan bagian atas dan tersambung ke alat pencatat tekanan. Ada dua ukuran yang diperoleh. Sebagai contoh: 120/80. Angka pertama disebut tekanan darah sistolik karena angka ini mengindikasikan tekanan darah selama jantung berdetak (sistole), dan angka kedua disebut tekanan darah diastolik karena tekanan itu mengindikasikan tekanan darah selama jantung mengendur (diastole). Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa, dan para dokter menggolongkan para pasien sebagai penderita penyakit hipertensi ketika tekanan darah mereka di atas 140/90.
Garam (natrium) dapat meningkatkan tekanan darah orang-orang tertentu, khususnya penderita penyakit hipertensi parah. Lemak yang berlebihan dalam aliran darah dapat menimbulkan timbunan kolesterol pada dinding-dinding pembuluh darah sebelah dalam (aterosklerosis), sehingga mengecilkan diameter pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Penelitian-penelitian menyarankan bahwa lebih banyak mengkonsumsi kalium dan kalsium bisa menurunkan tekanan darah.
Merokok dan tekanan darah tinggi merupakan kombinasi yang berbahaya yang dapat memicu penyakit kardiovaskular. Walaupun masih dipertentangkan, kafein yang terdapat dalam kopi, teh, dan minuman kola serta tekanan emosi dan fisik juga bisa memperparah penyakit hipertensi. Selain itu, para ilmuwan tahu bahwa sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan kurangnya kegiatan fisik dapat meningkatkan tekanan darah.
Gerak badan yang teratur mengurangi tekanan darah sehingga menurunkan risiko berkembangnya penyakit hipertensi. Latihan aerobik yang bersahaja, seperti berjalan, bersepeda, dan berenang pasti akan bermanfaat. Faktor-faktor lain yang berkaitan dengan gaya hidup yang lebih sehat termasuk berhenti merokok, mengendalikan lemak dalam darah (kolesterol dan trigliserida) dan diabetes, mengkonsumsi cukup kalsium dan magnesium, serta mengendalikan tekanan emosi dan fisik.

sumber: http://takunik.blogspot.com
Baca selengkapnya >>>>>

January 1, 2013

Gejala Penyakit Diabetes Melitus

Istilah kedokteran ”diabetes melitus” berasal dari kata Yunani yang artinya ”mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer” dan kata Latin yang artinya ”semanis madu”. Ini dengan tepat menggambarkan gangguan kesehatan itu, karena air melewati tubuh si penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Selain itu, air seninya manis karena mengandung gula. Bahkan, sebelum ada teknik kedokteran modern, salah satu tes untuk diabetes ialah dengan menuangkan air seni sang pasien ke dekat sarang semut. Jika serangga itu mengerumuni air seni, hal ini menunjukkan adanya gula. Penyakit ini bisa dicegah dengan mengetahui dan mendeteksi gejala diabetes terlebih dahulu.
Diabetes Melitus
Jika seseorang sudah terdeteksi ada gejala diabetes, bisa jadi pankreasnya tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuhnya tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik. Akibatnya, gula dalam aliran darahnya tidak dapat mengalir ke dalam sel-sel tubuh guna dimanfaatkan. Sebuah buku yang mengupas habis masalah Diabetes menjelaskan, ”Kadar gula darah pun meningkat dan kelebihannya mengalir ke ginjal lalu ke air seni.” Bila tidak ditangani, para penderita diabetes ini akan sering kencing dan mengalami gejala-gejala lain.
Berikut ini beberapa gejala diabetes:
-Sering kencing
-Merasa sangat haus
-Sering lapar; tubuh lapar karena tidak mendapat cukup energi.
-Penurunan berat badan. Sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh  membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi, sehingga berkuranglah berat badannya
-Gampang tersinggung. Jika si penderita sering terbangun pada malam hari untuk kencing, ia tidak dapat tidur nyenyak. Akibatnya, bisa terjadi perubahan perilaku.
Bahaya lain bagi penderita diabetes adalah bila terjadi penurunan kadar gula darah hingga di bawah ambang normal (hipoglikemia). Kondisi ini akan disadari oleh si penderita bila terjadi gejala-gejala yang tidak menyenangkan. Gejala diabetes yang lain adalah gemetar, berkeringat, lelah, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu.
Seorang penderita diabetes dapat mengalami komplikasi jangka panjang, seperti serangan jantung, stroke, gangguan mata, penyakit ginjal, gangguan pada kaki atau tungkai, dan sering terkena infeksi. Ini merupakan dampak lanjutan setelah gejala diabetes mulai terdeteksi. Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Akan tetapi, tidak semua penderita diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini.

sumber: http://takunik.blogspot.com
Baca selengkapnya >>>>>

December 25, 2012

Gejala Kanker Serviks

Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV(human papillomavirus/HPV), yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker serviks. Artikel ini akan membahas secara singkat bagaimana gejala kanker serviks.
Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang ditimbulkan oleh infeksi itu. HPV adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada kaum wanita di negeri-negeri berkembang. Kanker serviks merupakan jenis kanker rahim yang paling umum kedua di dunia. Berikut ini gejala kanker serviks dan siapa saja yang bisa terkena penyakit ini.
Kanker Serviks
Yang terutama rentan terdeteksi ada gejala kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat muda, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya.
Tetapi, dalam beberapa kasus, wanita yang kehidupannya bersih secara moral atau mungkin tidak pernah melakukan hubungan seks bisa terinfeksi juga. Misalnya, beberapa penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa virus itu dapat ditularkan pada waktu persalinan dari ibu kepada anaknya, atau bahwa seseorang bisa terinfeksi oleh sumber lain. Gejala kanker serviks boleh jadi baru terlihat bahkan bertahun-tahun setelah orang itu terinfeksi.
Waspadalah terhadap kejadian abnormal yang bisa jadi merupakan tanda peringatan. Sebagai contoh, pendarahan dan keluarnya cairan yang tidak teratur, walaupun tidak selalu disertai rasa nyeri, harus dicari penyebabnya. Demikian juga dengan kelelahan yang tidak biasa, kehilangan banyak darah, dan gangguan saat mengeluarkan air seni. Ini bisa jadi gejala kanker serviks yang lebih mudah diatasi jika ditemukan secara dini.
Yang tidak boleh diabaikan dari gejala kanker serviks adalah nyeri punggung yang terus-menerus, perasaan seperti ditekan di dalam vagina, atau keluar air seni selama mengejan. Ini dapat menandai suatu kondisi yang pada stadium dini kadang-kadang dapat diperbaiki dengan gerak badan tetapi membutuhkan operasi bila mencapai stadium yang lebih lanjut.
Selain bereaksi terhadap gejala kanker serviks demikian, wanita di atas usia 25 tahun sebaiknya menjalankan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama pemeriksaan pada bagian payudara dan organ-organ rongga perut dan organ-organ rongga panggul. Ini dapat dilakukan sesering mungkin untuk tindakan pencegahan penyakit kanker serviks.

sumber: http://takunik.blogspot.com
Baca selengkapnya >>>>>

November 29, 2012

Penyakit Jantung Koroner

Setiap tahun, jutaan manusia di seluas dunia mengalami serangan jantung. Banyak pasien yang selamat tapi harap-harap cemas akan dampak selanjutnya. Yang lainnya tidak tertolong lagi. Namun bagi beberapa pasien, jantung mereka sedemikian rusaknya sehingga diragukan apakah dapat kembali melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.Oleh karena itu sangat penting untuk menangani gejala-gejala serangan jantung sesegera mungkin,apalagi serangan tersebut datang secara tiba-tiba.Serangan secara tiba-tiba ini sering di sebut penyakit jantung koroner

Berikut ini sekilas proses terjadinya penyakit jantung koroner. Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.


Penyakit Jantung Koroner
Yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Apabila ini terjadi, plak, atau timbunan lemak, terbentuk pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit jantung koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri atau lebih menimbulkan serangan secara tiba-tiba sewaktu permintaan jantung akan oksigen melebihi yang tersedia. Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan.

Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal. Jika sistem elektrik dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu (berfibrilasi). Dalam aritmia (penyimpangan dari irama jantung normal) demikian, jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi terkena dampak penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan personel medis yang terlatih untuk menangani penyakit jantung koroner. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah, mencegah atau merawat aritmia, dan bahkan dapat menyelamatkan kehidupan.
Baca selengkapnya >>>>>

August 29, 2012

Alasan Medis Mengapa Tidak Boleh Bercinta Saat Haid

wanita haid

Perempuan yang sedang datang bulan/haid sebaiknya membatasi diri dalam melakukan aktivitas tertentu, salah satunya berhubungan seks. Selain tidak nyaman, risiko lain yang lebih fatal adalah bisa menyumbat aliran darah yang menuju jantung.

Pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda MS menyarankan agar hubungan seks dilakukan ketika haid atau datang bulan sudah benar-benar bersih. Tidak adanya bercak darah yang keluar menandakan sudah tidak ada celah pada pembuluh darah di dinding rahim.

"Hal ini untuk mencegah terjadinya emboli udara yaitu gelembung udara yang masuk pembuluh darah serta bisa menyumbat pembuluh-pembuluh darah pada organ-organ vital, antara lain jantung dan paru-paru," kata Dr Andri dalam konsultasi kesehatan di detikHealth.

Gelembung udara bisa masuk ke aliran darah karena saat menstruasi terdapat pembuluh darah yang terbuka akibat meluruhnya dinding rahim. Celah yang terbuka ini bisa dimasuki gelembung udara, yang terbentuk ketika terjadi penetrasi oleh penis ke liang vagina.

Ketika terbawa oleh aliran darah, gelembung tersebut bisa memicu penyumbatan pembuluh darah. Dampaknya bisa fatal jika pembuluh darah tersebut menuju ke organ penting seperti jantung dan paru-paru, sebab kegagalan fungsi pada organ tersebut bisa memicu kematian.

Selain risiko penyumbatan pembuluh darah, bahaya lain yang mengancam ketika berhubungan seks saat haid adalah sebagai berikut:

1. Endometriosis
Saat orgasme, rahim akan berkontraksi sehingga darah kotor dari menstruasi bisa masuk lagi ke dalam perut melalui sel telur. Kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh perempuan.

2. Infeksi
Hubungan seksual saat dinding rahim meluruh biasanya akan menimbulkan luka. Sperma maupun darah kotor yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

3. Luka atau trauma di mulut rahim
Infeksi yang terjadi akibat hubungan seks saat haid bisa memicu trauma pada mulut rahim. Salah satu akibatnya adalah rasa sakit dan mulas, serta keluarnya cairan putih kehijauan atau kecoklatan setiap hari.


sumber : http://health.detik.com
Baca selengkapnya >>>>>

May 30, 2012

6 Fakta Tentang Babi yang Perlu Anda Ketahui

Siapa yang tak mengenal binatang bermancung panjang dan memiliki lubang hidung yang khas ini? Babi adalah binatang yang jorok dan kotor. Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri & kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor dan tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering.



Ada beberapa fakta ilmiah mengenai babi yang penting untuk kita ketahui.

1. Apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? Karena mereka tidak memiliki leher. Sesuai dengan anatomi alamiahnya.

2. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi. Menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging.

3. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.

Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya walaupun itu adalah kotorannya sendiri.

4. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan.

5. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi. Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa.

Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 - 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

6. Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.


Sumber :
www.zulfick.co.cc
Baca selengkapnya >>>>>

April 24, 2012

Inilah Cacing, Virus Dan Bakteri Dalam Daging Babi

Pernah terlintas dalam fikiran kita kenapa agama Islam melarang secara pasti dalam Al-Quran untuk tidak memakan daging babi? Peneliti menemukan berbagai penyakit ganas yang akan di timbulkan bila manusia menyantap daging babi tersebut. Artikel ini saya buat untuk semua, dan bukan khusus agama muslim, himbauan saya dengan membaca artikel ini, kita baik muslim maupun Non-muslim harap segera memikirkan ulang ketika memilih menu babi ini.
Mari membuka pikiran..buka mata dan hatimu..Lihatlah makhluk2 halus yg bersarang dalam tubuh babi. Babi adalah kontainer (tempat penampung) penyakit. Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi:

1. Cacing pita Taenia solium




2. Cacing spiral Trichinella spiralis




3. Cacing tambang Ancylostoma duodenale
Ancylostoma duodenale:



4. Cacing paru Paragonimus pulmonaris
 Paragonimus pulmonaris:



5. Cacing usus Fasciolopsis buski
 Fasciolopsis buski:



6. Cacing Schistosoma japonicum
Schistosoma japonicum:



7. Bakteri Tuberculosis (TBC)
Tuberculosis:



8. Bakteri kolera Salmonella choleraesuis
Salmonella choleraesuis:



9. Bakteri Brucellosis suis
 Brucellosis suis:



10. Virus cacar (Small pox)
Small pox:



Penyakitnya kayak gini:
cacar:



11. Virus kudis (Scabies)
 Scabies:



penyakitnya kayak gini
 kudis:



12. Parasit protozoa Balantidium coli
Balantidium coli:


13. Parasit protozoa Toxoplasma gondii
Toxoplasma gondii:



Daging babi empuk. Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak me-ngandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat di-manfaatkan tubuh.
Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku: Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) me-nyebutkan: kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.

Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza). Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.

Prof. Abdul Basith Muh. Sayid menuturkan berbagai penyakityang ditularkan babi:
1. Pengerasan urat nadi.
2. Naiknya tekanan darah.
3. Nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris).
4. Radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis:

1. Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses peng-uraian protein dalam tubuh.

2. Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatik.

3. Virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.

4. Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.

5. Dr. Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.

Penyakit lain yang ditularkan:
1. Kholera babi (penyakit menular berbahaya yang disebabkan bakteri).
2. Keguguran nanah (disebabkan bakteri prosilia babi).
3. Kulit kemerahan yang ganas (memati-kan) dan menahun.
4. Penyakit pengelupasan kulit.
5. Benalu Askaris, berbahaya bagi

DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi:
1. Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya. :berbusa
2. Kerakusannya tidak tertandingi hewan lain.
3. Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri. :berbusa
4. Kotoran manusia pun dimakannya. :berbusa
5. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. :berbusa
6. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. :berbusa
7. Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.

Babi adalah binatang pemalas, tidak agresif, tidak suka mencari pakan, suka dengan sejenis alias Maho & tidak pencemburu, tidak tahan sinar matahari, dan tidak punya hasrat membela diri.

http://haxims.blogspot.com/

Baca selengkapnya >>>>>

April 15, 2012

Guillain Barre Syndrome (GBS) Jenis penyakit yang Menyerang Daya Tahan Tubuh (auto immune)

Masyarakat luas sudah selayaknya paham terhadap penyakit Guillain Barre Syndrome, mengingat angka kejadian penyakit ini cenderung meningkat dan termasuk penyakit langka mahal dan mengancan jiwa.

Gangguan pada saraf perifer merupakan penyakit yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari di bidang neurologi. Berbagai jenis gangguan saraf tepi diketahui berhubungan dengan berbagai penyebab atau penyakit lain.

Seperti diabetes, trauma, paparan zat toksik, malnutrisi, efek samping berbagai macam obat, predisposisi genetik (herediter) dan inflamasi akibat infeksi ataupun gangguan sistem Imunologi.

Gangguan neuroimunologi mempunyai spektrum yang luas, dapat menyebabkan injury mulai dari susunan saraf pusat sampai susunan saraf tepi. Salah satunya adalah Acute Inflammatory Demyelinating Polyneurophaties atau Guillain Barre Syndrome, merupakan salah satu gangguan neuroimunologi yang menjadi penyebab tersering paralisis flacid setelah era penyakit polio.

Bagi kebanyakan orang, Guillain Barre Syndrome (GBS) memang masih asing di telinga. GBS adalah sejenis penyakit yang menyerang daya tahan tubuh (auto immune) penderitanya.

Selanjutnya, GBS akan menyerang sel pada syaraf tepi sehingga beberapa organ tertentu yang dipengaruhi oleh syaraf tersebut tidak menerima/tidak merespon informasi dari otak.

"GBS merupakan gangguan imunologi yang menyebabkan kelainan saraf perifer sehingga terjadi kelumpuhan ekstremitas secara asenden dan simetris," kata Kepala Divisi Neurofisiologi Klinik & Penyakit Neuroamuskuar, Departemen Neurologi FKUI- RSCM, Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S (K), dalam acara shymposiun GBS dan MG di Hotel Mulia Jakarta, Jumat,(13/4).

Dr. Manfaluthy menjelaskan, insiden GBS berkisar 0.6-1.9 per 100.000 populasi dan angka tersebut hampir sama di semua negara. GBS dapat dialami pada semua usia dan ras. Dengan usia antara 30-50 tahun merupakan puncak insiden GBS, jarang terjadi pada usia ekstrim. Laki-laki kulit putih sedikit lebih sering mengalami GBS.

Menurut Dr. Manfaluthy, pada periode 2010-2011, data jumlah penderita GBS di RSCM sebanyak 48 kasus dari berbagai varian dengan gejala klinis GBS yang timbul meliputi kelumpuhan, gangguan sensibilitas, gangguan fungsi otonom, kegagalan pernafasan.

"Risiko terberat dari GBS dapat mengancam jiwa karena menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan sehingga penderita harus menggunakan ventilator, terkena infeksi paru dan sepsis akibat imobilisasi lama," jelasnya.

Sementara itu, sambung Dr Manfaluthy, untuk mendiagnosis penyakit GBS, selain dengan gejala yang timbul dan analisa cairan otak, juga dilakukan pemeriksaan EMG dan Kecepatan Hantar Saraf dimana akan memberikan informasi pada awal gejala penyakit .

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Cabang Jakarta, dr. Darma Imran, SpS(K) menjelaskan bahwa Kelainan neurologi apapun penyebabnya sering kali memberikan gejala klinis yang hampir sama. Kelumpuhan dua kaki bisa disebabkan oleh tumor pada saraf tulang belakang atau oleh GBS.

Gangguan menelan, penglihatan dobel bisa disebabkan oleh stroke atau myasthenia gravis. Berbagai kelainan ini memiliki pengobatan yang sangat berbeda.

"Pasien dengan keluhan kelumpuhan dan kelainan neurologi lainnya harus segera diperiksa oleh dokter spesialis saraf. Pemeriksan klinis dan menggunakan alat elektrodiagnostik yang dikerjakan oleh dokter spesialis saraf dapat membedakan berbagai keluhan neurologi yang mirip. Selanjutnya dokter spesialis saraf akan menentukan, apakah klasifikasi GBS," tambah dr Dharma.

Terapi Pasien GBS

Diagnosis GBS ditegakan berdasarkan pemeriksaan klinis, pemeriksaan elektrodiagnostik yang tersedia di beberapa Rumaah Sakit (RS).

“RSCM sebagai Pusat rujukan nasional memiliki sarana yang lengkap dan didukung oleh tenaga ahli dengan kompetensi subspesialis sehingga berpengalaman dalam menegakkan diagnosis dan memberikan tatalaksana yang komprehensif terutama untuk kasus-kasus sulit,” kata dr. Diatri, SpS(K), Kepala Departemen Neurologi RSCM.

Pemulihan, perbaikan dan outcome pasien GBS ditentukan oleh kecepatan dalam memberikan terapi, sehingga perlu menegakkan diagnosis sedini mungkin. Jenis terapi yang direkomendasikan saat ini adalah dengan pemberian Intra Vena Imunoglobulin (IvIG) dan plasmapharesis (pengambilan Antibodi yang merusak dengan jalan penggantian plasma darah).

“Oleh sebab itu, dalam rangka untuk meningkatkan akses kepada pasien GBS perlu adanya kemudahan akses terhadap obat-obatan untuk pasien GBS dan MG untuk mendapatkan terapi yang standart. Dukungan infrastruktur pelayanan kesehatan hingga ke daerah-daerah juga sangat diharapkan sehingga tatalaksana pasien GBS dan MG sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran mutakhir,” pungkas dr.Dharma.

Sumber
Baca selengkapnya >>>>>

December 12, 2011

10 Penyakit yang Dapat Sembuh Sendiri

Flu, Penyakit yang Bisa Disembuhkan Sendiri oleh Tubuh





Tidak semua penyakit butuh obat, sebab tubuh punya mekanisme alami untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Agar tidak terjebak dalam konsumsi obat yang berlebihan dan tidak rasional, kenali penyakit-penyakit yang bisa sembuh sendiri.

Hampir semua jenis penyakit yang sifatnya akut (berlangsung singkat, tidak menahun) merupakan self limiting disease artau penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Beberapa di antaranya dipicu oleh gangguan pada mekanisme alami tubuh manusia, namun sebagain besar disebabkan oleh virus.

Berbeda dengan infeksi bakteri, infeksi virus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Dikutip dari chestofbooks, Senin (7/11/2011), infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh akan membentuk perlawanan untuk membunuh dan menyingkirkan virus-virus tersebut.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang termasuk self limiting disease dan tidak membutuhkan obat khusus selain untuk mengatasi gejala yang menyertainya.

1. Cacar air
Penyakit yang lebih sering menyerang anak kecil ini dipicu oleh infeksi virus varicella-zoster. Gejala cacar air atau chickenpox antara lain gatal-gatal, bentol kemerahan di sekujur tubuh dan disertai demam tinggi.

Meski pada anak sehat bisa sembuh dengan sendirinya, cacar air bisa juga menyebabkan komplikasi yang mematikan. Diperkirakan dalam setahun ada sekitar 100 orang tewas dan lebih dari 14.000 orang masuk rumah sakit karena komplikasi cacar yang meliputi asma, pneumonia serta dehidrasi akibat mual-muntah dan diare.

Meski tetap diberi antivirus, pengobatan untuk penyakit ini lebih banyak ditujukan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi penyerta. Misalnya penurun panas untuk mengatasi demam, kalamin untuk mengurangi gatal dan antiseptik untuk mandi atau membersihkan tubuh.

2. Flu dan pilek
Common cold atau pilek ditularkan oleh virus influenza, bukan oleh bakteri seperti yang diduga oleh sebagian orang. Oleh karena itu, antibiotik tidak perlu diberikan apabila tidak disertai radang maupun demam yang mengindikasikan adanya infeksi penyerta oleh bakteri.

Pemberian antibiotik sering tidak ada gunanya, karena pengobatan yang lebih dibutuhkan pada flu dan pilek adalah obat-obat simptomatik atau pengurang gejala. Misalnya dekongestan untuk melegakan tenggorokan, antialergi untuk bersin-bersin dan pereda batuk jika diperlukan.

Suplemen multivitamin juga penting untuk diberikan dalam kondisi seperti ini, karena bisa meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Secara alami, sistem imun yang sehat dengan sendirinya akan membentuk perlawanan terhadap virus flu.

3. Batuk yang tidak disertai radang
Batuk merupakan mekanisme alami dalam tubuh untuk menyingkirkan benda asing dari saluran pernapasan. Tanpa harus diobati, umumnya batuk akan berhenti ketika rangsangan benda asing itu sudah hilang.

Batuk baru butuh antitusif atau pereda batuk jika sangat mengganggu aktivitas dan memicu radang karena tidak sembuh-sembuh.

Jenis batuk produktif yang disertai dahak bahkan tidak boleh dihentikan, namun perlu diberi ekspektoran atau pengencer dahak agar pengeluaran lendir-lendir tersebut bisa berlangsung lebih lancar.

4. Diare nonspesifik
Diare dibagi menjadi 2 jenis yakni diare spesifik dan diare nonspesifik. Diare spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri, sementara diare nonspesifik merupakan mekanisme alami untuk mengeluarkan benda asing yang dianggap berbahaya oleh saluran pencernaan.

Diare spesifik ditandai dengan demam dan didiagnosis berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Obat yang perlu diberikan untuk jenis diare yang satu ini adalah antibiotik, dengan jenis dan kekuatan yang disesuaikan dengan jenis bakteri dalam hasil pemeriksaan.

Sementara diare nonspesifik yang terjadi antara lain setelah makan cabai terlalu banyak, tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya. Selama dirasa belum terlalu mengganggu aktivitas, kondisi ini cukup diatasi dengan oralit untuk mengantisipasi dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh.

5. Alergi gatal-gatal
Meski beberapa jenis obat antihistamin atau antialergi bisa dibeli dengan bebas, bukan berarti obat ini harus digunakan setiap kali mengalami gatal-gatal karena alergi. Reaksi alergi hanya terjadi jika ada faktor pemicu, sehingga langkah paling tepat adalah menghindari hal-hal yang memicunya.

Obat antihistamin sebaiknya hanya dikonsumsi jika faktor pemicu alergi memang tidak terhindarkan, misalnya cuaca dingin. Jenis-jenis makanan tertentu jika masih bisa dihindari maka lebih baik dihindari saja daripada harus minum obat.

6. Jerawat bintik putih
Banyak yang menawarkan obat-obatan untuk menghilangkan jerawat atau Acne vulgaris di wajah. Padahal selama tidak disertai infeksi, jerawat biasa yang sering memiliki bintik putih di dalamnya akan hilang jika kebersihan dan kadar minyak di permukaan kulit selalu terkendali.

Sebagian besar jerawat bisa disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak oleh kotoran maupun bekas make-up yang tidak dibersihkan. Fungsi minyak sendiri adalah menjaga kelembaban kulit agar tidak kering dan pecah-pecah.

7. Molluscum Contagiosum
Penyakit kulit yang dicirikan dengan benjolan-benjolan (papulla) bening dan berair ini disebabkan oleh infeksi virus dan lebih banyak menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Karena ditemukan juga di sekitar alat kelamin dan bisa menular lewat kontak langsung, penyakit ini sering dikira penyakit menular seksual.

Meski tidak berbahaya, benjolan-benjolan itu bisa pecah bila tergores atau digaruk sehingga membuka pintu untuk terjadinya infeksi pada bekas luka. Namun bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, penyakit kulit ini bisa sembuh sendiri dalam waktu 6-12 bulan.

8. Chikungunya
Penyakit ini disebabkan oleh jenis virus bernama Alphavirus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya antara lain demam tinggi sampai menggigil yang disertai rasa ngilu yang menusuk hingga ke otot dan tulang sehingga disebut juga flu tulang.

Meski gejalanya sangat parah, virus yang menyebabkan penyakit ini tidak dibasmi sehingga obat yang diberikan hanya untuk mengatasi gejala seperti diberi penurun panas untuk mengatasi demamnya. Untungnya, gejala ini hanya berlangsung antara 5-10 hari dan akan sembuh dengan sendirinya.

9. Hand, foot and mouth disease (HFMD)
Penyakit tangan, kaki dan mulut disebabkan oleh infeksi berbagai jenis virus dari keluarga Picornaviridae terutama Enterovirus 71 (EV-71). Virus ini lebih banyak menyerang bayi dan anak-anak terutama pada musim panas.

Gejala yang menyertai penyakit ini adalah demam dan ruam seperti herpes di sekitar tangan, kaki dan mulut. Umumnya gejala-gejala tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari dan tidak meninggalkan bekas apapun.

10. Kikuchi-Fujimoto disease
Sesuai namanya, penyakit yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) ini ditemukan oleh Dr Masahiro Kikuchi dan Y Fujimoto pada tahun 1972. Gejalanya adalah demam yang disertai pembengkakan di leher akibat adanya pelebaran pada pembuluh limpa.

Penyakit langka yang lebih banyak ditemukan di wilayah Asia ini sering menyerang kaum mudah khususnya wanita pada rentang usia 20-30 tahun. Obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi demam sementara untuk infeksinya belum ada obatnya, namun akan sembuh dengan sendirinya.







Baca selengkapnya >>>>>

December 7, 2011

Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan penyakit kanker nomor satu bagi wanita di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri, 900 wanita terkena kanker payudara setiap tahun.
Karena penyakit ini masih bisa diatasi, ayo kenali lebih dalam mitos dan fakta seputar kanker payudara.

Mitos: Setiap benjolan di payudara identik dengan munculnya kanker payudara.

Fakta: 90 persen kasus benjolan pada payudara bukanlah kanker. Sedangkan hanya 10 persen yang tersisa ada tanda-tanda yang bisa membunyikan 'alarm' Anda.

Jika benjolan pada payudara Anda tersebut terasa keras dan kasar, tapi sama sekali tidak terasa nyeri ketika disentuh, segera periksa ke dokter.

Mitos: Ada makanan yang mesti dihindari supaya tidak terkena kanker payudara.

Fakta: Tidak ada satu makanan yang bisa mengakibatkan kanker payudara. Namun, Anda memang mesti membatasi daging dan alkohol karena bisa merangsang produksi estrogen yang berlebih.

Inilah alasan di balik mulculnya para pria yang memiliki man boobs, mereka terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang memproduksi estrogen.

Mitos: Risiko kanker payudara tinggi pada wanita hamil.

Fakta: Salah besar, Sebaliknya, ketika Anda hamil, kandungan estrogen yang Anda miliki akan digunakan untuk memperkuat dinding rahim, sehingga kalau biasanya produksi estrogen yang berlebihan terkonsentrasi di payudara, pada saat hamil estrogen tersebut dipergunakan untuk melancarkan kehamilan. Hal ini sama juga terjadi pada masa menyusui.

Sumber


Baca selengkapnya >>>>>

December 1, 2011

Fakta dan Mitos Keliru Tentang Perbedaan Antara HIV dan AIDS

Hari ini tanggal 1 Desember merupakan hari AIDS sedunia, mari bersama sama kita bahu membahu dalam membantu pencegahan  lebih luas penyebaran dan penanggulangan secara preventif masalah HIV AIDS ini. sudah merupakan tanggung jawab bersama untuk lebih bersatu dalam penanganan masalah ini.

Badan PBB untuk Masalah
AIDS (UNAIDS) menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peningkatan tercepat dalam kasus HIV/AIDS di Asia. Sungguh pun demikian, pemahaman masyarakat akan penyakit HIV/AIDS masih sangat rendah. Berbagai mitos yang salah masih dianggap sebagai kebenaran sehingga menimbulkan stigma dan diskriminasi.
HIV-AIDS merupakan masalah global yang perlu penanganan secara serius

Untuk lebih memahami penyakit ini, simak mitos seputar HIV/AIDS dan temukan faktanya.

HIV sama dengan AIDS

Fakta: Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menghancurkan sel imun tubuh CD4, ini adalah sel yang melawan penyakit. Dengan terapi pengobatan yang baik, seseorang bisa terinfeksi HIV selama bertahun-tahun tanpa berkembang menjadi AIDS.
Seseorang didiagnosa AIDS ketika terjadi penurunan sistem imun yang bermanifestasi dengan munculnya berbagai penyakit opotunistik keganasan, misalnya TBC, herpes, toksoplasma, dan masih banyak lagi. Pada fase ini, penyakit flu pun bisa menyebabkan kematian.

HIV dan AIDS adalah penyakit homoseksual dan PSK

Fakta: Sebagian besar orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah heteroseksual (berhubungan seks dengan lawan jenis) serta para pengguna narkoba jarum suntik. Data di Indonesia pada tahun 2011 sebanyak 76,3 persen kasus AIDS baru didapatkan dari penularan seks heteroseksual.

HIV/AIDS bisa menular lewat kontak biasa

Fakta: Kita tidak akan tertular atau menyebarkan HIV hanya dengan memeluk, mencium, berjabat tangan, atau menggunakan handuk yang sama dengan ODHA. Transmisi virus HIV hanya terjadi melalui hubungan seks beresiko tanpa kondom, menggunakan jarum suntik yang sama, serta penularan dari ibu kepada bayi.

HIV/AIDS adalah penyakit kutukan Tuhan

Fakta: Penyakit ini menular melalui darah, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja; pria, wanita, bayi, dewasa, homoseksual, atau heteroseksual.

Positif HIV berarti akan segera meninggal

Fakta: Setiap orang yang positif HIV memiliki ketahanan tubuh berbeda-beda. Ada sebagian orang yang perjalanan infeksi HIV menjadi AIDS berlangsung puluhan tahun dan hidup normal, seperti Magic Johnson. Tetapi ada juga yang baru hitungan bulan sudah terkena AIDS. Saat ini, tersedia obat untuk memperlambat laju perkembangan virus, yakni terapi ARV (antiretroviral).

Baca selengkapnya >>>>>

Kenali Ciri-Ciri HIV AIDS Sejak Dini

The Centers for Disease Control and Prevention atau biasa disingkat CDC memperkirakan bahwa 25% dari penderita HIV positif tidak sadar dengan kondisi kesehatan dan status HIV mereka. Untuk itu pengetahuan tentang gejala dini penyakit ini sangatlah penting untuk mencegah lebih parahnya dan susah penanggulangannya.
Ciri-Ciri HIV AIDS

Setidaknya dengan mengetahui lebih dini tentang penyakit ini bagi yang mengidapnya akan memberikan pencegahan secara intensif penderitanya agar bisa lebih bertahan hidup lebih lama dari penyakit AIDS yang sudah parah. Jadi mengetahi gejala HIV salah satu point penting penanggulangannya.
Ciri-Ciri HIV AIDS
Cara terbaik untuk mengetahui apakah sesorang mengidap HIV / AIDS atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan melalui test darah. Ketika pengujian tidak memungkinkan, ada tanda-tanda tertentu yang bisa menunjukkan apakah seseorang mengidap HIV/AIDS atau tidak, atau minimal megetahui gejala-gejalanya.

Harus diingat bahwa seseorang yang mengidap
HIV biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda selama paling sedikit beberapa bulan sampai beberapa tahun.
Ciri-Ciri HIV AIDS

Pada orang dewasa, 3 tanda-tanda utama AIDS adalah:
1. Kehilangan 10% dari berat badan lebih dari satu bulan tanpa penyebab.
2. Diare lebih dari satu bulan.
3. Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan baik konstan atau datang dan pergi
Ciri-Ciri HIV AIDS

Pada orang dewasa, 5 tanda minor AIDS adalah:
1. Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh.
2. Kulit gatal di seluruh tubuh.
3. Herpes zoster (mirip cacar air, atau disebabkan virus yang juga mengakibatkan cacar air, virus herpes) yang tidak kunjung sembuh.
4. Candidiasis, yang putih, mengangkat ruam pada mulut, lidah, atau tenggorokan.
5. Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan) dengan atau tanpa infeksi aktif.
Ciri-Ciri HIV AIDS
Orang dewasa dapat didiagnosis mengidap AIDS, jika memiliki minimal 2 tanda-tanda utama dan satu tanda minor. Tapi, itu sudah cukup untuk membuat diagnosis AIDS jika seseorang mengidap kanker kulit (disebut Karposi, yang biasanya kemerah-merahan, ungu, atau bintik-bintik hitam pada kulit yang dapat menjadi besar dan menyakitkan) atau kriptokokal meningitis (infeksi pada meliputi otak yang menyebabkan demam, leher kaku, sakit kepala, kebingungan, dan ketidakmampuan untuk bangun).
Baca selengkapnya >>>>>

November 30, 2011

"Waspada " Kesemutan Menjadi Indikasi Dari Banyak Penyakit !!!!


Jangan pernah menganggap sepele 'kesemutan'. Pasalnya, kejadian ini dapat memicu timbulnya gejala penyakit serius mulai dari stroke hingga serangan jantung.

Paresthesia atau kesemutan kronis sering merupakan simtom dari penyakit neurologis atau trauma kerusakan saraf. Penyebabnya adalah gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat seperti stroke dan stroke mini, multiple sklerosis, mielitis transversa, dan ensefalitis.

Selain itu, kesemutan juga bisa menjadi indikasi dari banyak penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah.

Ada kalanya pada mereka yang belum diketahui mengidap diabetes, kesemutan dapat menjadi gejala awal diketahuinya diabetes.

Ingin tahu sejumlah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan ? Simak ulasan berikut.

Penyakit jantung

Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik.

Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.

Infeksi tulang belakang

Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.

Spasmofilia (tetani)

Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang.

Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain: kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.

Stroke

Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat.

Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.

Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.

Rematik

Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang bila rematik sembuh.

Guillain-barre syndrome

Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.

Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.

Diabetes Militus

Pada pasien DM, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1 dan B12. 

Sumber


Baca selengkapnya >>>>>

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

NEGARA-NEGARA YANG MELIHAT MY BLOG

free counters
 
Solusi Cerdas Copyright © 2012 Blogger Template Designed by Fuji Kalor