Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

January 26, 2019

Proses Terjadinya Black Hole

Bintang yang massanya sangat besar
Matahari
Pada awal mulanya sebelum terjadi Black Hole adalah sebuah bintang yg memiliki massa 5 kali atau ratusan juta kaliukuran Matahari. Sedangkan matahari sendiri merupakan bintang yg ukurannya kecil.
Fakta bintang yang berukuran besar
Bintang yang massanya lebih besar dari matahari umurnya justru lebih pendek, karena lebih cepat menghabiskan bahan bakar hidrogennya. Bintang akan runtuh oleh massanya sendiri apabila keseimbangan hidrostatiknya terganggu. Pada bintang yang sedang dalam tahapan stabil (main sequence), tekanan ke arah luar akibat pelepasan energi akan setara dengan tekanan ke arah dalam akibat gravitasi bintang. Ini disebut keseimbangan hidrostatik. Apabila bahan bakar hidrogen telah habis, maka reaksi termonuklir (yg mengubah hidrogen menjadi helium) akan terhenti.
Dengan demikian pelepasan energi akan terhenti pula. Akibatnya, tekanan ke arah luar berkurang. Akibatnya, seluruh materi bintang tersedot ke arah pusat bintang oleh gravitasi bintang itu sendiri. Ini membuat bintang menjadi tidak stabil. Inti bintang menjadi sangat padat, karena seluruh materinya mengumpul disana. Suatu saat, pusat bintang tidak sanggup lagi menahan tekanan yang terjadi. Mirip seperti balon yang terus menerus ditiup hingga pecah, bintang tsb suatu saat akan meledak menjadi supernova.
Proses Terjadinya Black Hole
1. Sebuah bintang yg berukuran kecil seperti Matahari kita apabila Mati / meledak (Nova) akan berubah menjadi Bintang neutron.
Nova
Bintang neutron
Bintang neutron merupakan bintang yg sangat padat materinya hasil ledakan bintang sebelumnya. bintang neutron berukuran sangat kecil dan hanya berdiameter 20km. namun memiliki masa yg sangat berat.
Bintang neutron hanya terdiri atas Cairan inti (Fluid core) dan Kerak yg padat (Solid Crust).
Neutron Sta
2. Bintang-bintang di alam semesta (jauh lebih besar daripada matahari) tidak akan lenyap dalam periode jutaan tahun seperti massa yang lebih kecil. Bintang-bintang itu baru lenyap bila terjadi ledakan nuklir yang sangat besar. Ledakan yang dikenal sebagai supernova terjadi bila gravitasi bintang menjadi sangat kuat sehingga menghancurkan dirinya sendiri.
Supernova
3. Pada beberapa bintang yang memiliki massa yg sangat besar, gravitasinya amat besar sehingga penghancuran terus menerus terjadi, merusak segala sesuatu di dalamnya. Kepadatan benda itu terus meningkat dan memaksa gravitasi terus meningkat pula, sampai tak ada satupun yang bebas dari pengaruhnya, bahkan cahaya sekalipun. Hasilnya adalah “Blackhole” alias Lubang Hitam.
Black hole
Apakah bagian inti dari Black Hole ?
bagian tengah / inti dari sebuah Black hole ada bintang yg telah mati dan hanya menyisakan gravitasi yg amat sangat besar yg akan menghisap seluruh benda planet yg ada di sekitarnya. Gravitasi sebuah matahari yg merupakan bintang yg kecil dapat menarik planet untuk mengitarinya, apalagi bintang yg memiliki massa ratusan juta kali matahari.
Sumber: Wikipedia, Kaskus
Baca selengkapnya >>>>>

January 20, 2019

8 Benda Angkasa Terbesar di Alam Semesta

1. Bintang terbesar



VY Canis Majoris adalah bintang yang terletak di konstelasi Canis Major. Dengan ukuran antara 1800 dan 2100 solar radii, adalah bintang terbesar yang diketahui dan juga salah satu yang paling terangi. terletak sekitar 1,5 kiloparsecs (4,6 × 10 16 km) atau sekitar 4.900 tahun cahaya dari Bumi. Tidak seperti kebanyakan bintang, Vy cma adalah bintang tunggal. Ia adalah bintang yang diperkirakan memiliki periode 2.200 hari.

2.Planet terbesar


TrES-4 merupakan planet extrasolar, ditemukan pada 2006 oleh Trans-Atlantic Exoplanet Survey menggunakan metode transit. berjarak 1400-tahun cahaya (430 pc) jauh di konstelasi Hercules. ukurannya 0,919 kali lebih besar dari Jupiter tapi 1,799 kali diameternya, ia memberikan rata-rata kepadatan hanya sekitar 0,333 gram per sentimeter kubik. Hal ini membuat Tres-4b manjadi planet terbesar sekaligus dengan kepadatan terendah.

3. konstelasi terbesar



Hydra adalah konstelasi (rasi bintang) terbesar dari 88 modern konstelasi. Hydra (Naga Laut) merupakan konstelasi (rasi bintang) terbesar. Konstelasi ini menutupi area seluas 1.302,844º persegi atau mencakup 3,16% dari seluruh langit dan beranggotakan setidaknya 68 bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang.


4. Galaksi terbesar





IC 1011 merupakan galaksi terbesar yang telah ditemukan di alam semesta! ia berada 1 miliar tahun cahaya itu (pada z = 0,0767) dalam gugusan galaksi Abell 2029. IC 1101 mempunyai ukuran keliling 6 juta tahun cahaya, sehingga 60 kali lebih besar daripada galaksi bima sakti dengan diameter 100.000 tahun cahaya.


5. Komet terbesar


Komet Centaur 2060 Chiron
 yang ditemukan tahun 1977 merupakan komet terbesar yang diketahui dengan diameter 182 km.2060 Chiron adalah planit di luar Solar System. Ditemukan pada tahun 1977 oleh Charles Kowal T. (precovery gambar telah ditemukan kembali sebagai sejauh 1895),ini adalah yang pertama dikenal anggota baru kelas obyek yang sekarang dikenal sebagai centaurs, dengan lintasan antara Saturnus dan Uranus.


6. Asteroid terbesar



1 Ceres dengan diameter 941 km merupakan asteroid terbesar. Selain itu, asteroid ini juga tercatat merupakan asteroid yang pertama kali ditemukan.


7. Lubang Hitam Terbesar

OJ 287 merupakan lubang hitam yang diklaim sebagai yang terbesar diketahui, dengan massa lebih dari enam kali nilai dihitung untuk objek yang sebelumnya terbesar. Objek itu berada sekitar 3,5 miliar tahun cahaya, dan merupakan lubang hitam terbesar yang pernah ada. Lubang ini berisi 18 miliar matahari


8. Nebula Terbesar


Orion Nebula (M42) adalah Nebula terbesar di langit dan dapat dilihat dengan mata telanjang. nebula ini meluas 66x60 arc menit, meliputi empat kali daerah bulan, dan memiliki diameter 30 tahun cahaya (180 triliun mil). Gas ini dibuat oleh bintang muda hanya 25.000 tahun. Warna yang banyak terllihat adalah kuning karena lampu merah keluar dari hidrogen yang tergabung bersama-sama dengan emisi hijau dari oksigen. Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang, Mintaka (terkecil), Alnitak, dan Alnilam (terbesar dan cerdas).

sumber

 http://menujuhijau.blogspot.com/2012/02/8-benda-angkasa-terbesar-di-alam.html#ixzz5dAOp6Dqw
Baca selengkapnya >>>>>

October 10, 2013

'Kiamat' Diperkirakan Akan Terjadi Tanggal 16 Maret 2880?

'Kiamat' terjadi tanggal 16 Maret 2880?
asteroid. 



Bumi kemungkinan akan dihantam sebuah asteroid super besar pada 16 Maret 2880. Akibat tabrakan ini, diperkirakan kerusakan yang dihasilkan akan sangat besar mengingat ukuran asteroid tersebut.
Seperti yang dilansir Mashable (9/10), asteroid yang dimaksud adalah 1950 DA yang pertama kali ditemukan pada Februari 1950 silam. Dalam pengamatan di Maret 2001, diketahui asteroid ini sedang mengarah ke bumi dengan tingkat rotasi tinggi (2,1 jam).
Menurut penelitian, memang kecil kemungkinannya asteroid ini untuk menabrak bumi pada tahun tersebut. Namun, jika benar menabrak, maka kerusakan yang dihasilkan akan dua kali lipat lebih besar dari seluruh serangan asteroid yang pernah terjadi di bumi.
Peneliti sendiri saat ini menyatakan bahwa kemungkinan tabrakan adalah 0 hingga 0,33 persen. Namun, angka kecil ini didapatkan karena mereka belum mengetahui pasti tentang karakter asteroid tersebut. Jika sudah diketahui, angkanya bisa jadi lebih tinggi atau lebih rendah.
Adapun serangan asteroid 1950 DA ini bisa disebut kiamat mengingat ukurannya yang amat besar. 1950 DA memiliki lebar 1,1 kilometer dengan luas yang masih belum diketahui.
Sebagai catatan, asteroid dengan ukuran ini diyakini mampu membuat kehancuran di muka bumi secara global jika benar-benar menabrak. 1950 DA sendiri bukanlah satu-satunya ancaman terhadap bumi, masih ada sekitar seribu asteroid lain dengan ukuran lebih besar yang juga mendekati orbit bumi.
sumber: Hotonline.net
Baca selengkapnya >>>>>

October 8, 2013

Planet Baru Berukuran 8 Kali Lebih Besar Dari Jupiter Ditemukan



Sebuah dunia baru berukuran delapan kali lebih besar dari Planet Jupiter —planet terbesar di sistem Tata Surya— berhasil ditemukan oleh tim astronom internasional.
Melansir Daily Mail, 8 Oktober 2013, planet yang diberi nama MOA-2011-BLG-322 ini bila dibandingkan dengan Bumi, besarnya 2.500 kali lebih besar. Ya, sangat-sangat besar.
Para astronom percaya planet raksasa itu mengorbit di 25.000 tahun cahaya dan memiliki massa sepertiga dari Matahari.
Penemuan planet raksasa itu menggunakan teknik yang dikenal sebagai 'microlensing'. Teknik itu menggunakan teori relatif umum milik Albert Einstein, yang menunjukkan bahwa gaya gravitasi sebenarnya muncul dari kelengkungan ruang dan waktu.
Teknik microlensing mengukur bagaimana cahaya dari bintang yang sangat jauh dan diintensifkan dengan medan gravitasi dari bintang terdekat.
Posisi cahaya dari Planet MOA-2011-BLG-322 terlihat pertama kali pada tahun 2011 oleh pengamatan yang dilakukan oleh astronom Jepang, Selandia Baru, Polandia, dan Israel.
Data dari pengamatan itu menunjukkan bahwa dunia raksasa dimasukkan dalam jenis 'M', yaitu jenis paling umum untuk bintang-bintang raksasa yang ada di ruang angkasa. Namun, belakangan objek itu diidentifikasi sebagai planet.
Planet MOA-2011-BLG-322 diduga mengorbit dengan jarak empat kali jarak Bumi dan Matahari. Penemuan planet raksasa ini sepertinya akan membantah tentang teori pembentukan sebuah planet
Baca selengkapnya >>>>>

July 31, 2013

Agenda NASA Sampai Tahun 2030

o
Satelit Juno tak Berawak Milik NASA [foto ilustrasi]

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memaparkan rencana besarnya di masa depan. Selama dua dekade ke depan, NASA sudah mempunyai misi-misi penting.
Melansir Softpedia, 31 Juli 2013, ada banyak misi yang sudah ditetapkan NASA sampai tahun 2030. Mulai dari menjelajah Bulan, Mars, sampai mendarat di asteroid.

Pada September 2013, program Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE) dan Mars Atmosphere and Volatile Evolution Mission (MAVEN) akan diluncurkan untuk mencari tahu iklim di Planet Mars, mulai dari atmosfer, ionosfer, dan interaksi dengan Matahari.

Selanjutnya, pada tahun 2014, program Magnetospheric Multiscale Mission akan diluncurkan untuk mengetahui bagaimana Matahari dan medan magnet Bumi saling berhubungan. Rencananya, NASA akan menggunakan empat pesawat ruang angkasa untuk menelitinya.

Tahun 2015 adalah tahun di mana pesawat ruang angkasa New Horizons akhirnya mampu melewati Planet Pluto setelah melakukan perjalanan selama berbulan-bulan.

Di tahun 2016, ada dua misi besar yang sudah direncanakan NASA. Pertama, misi Juno yang mempelajari struktur planet terbesar di Tata Surya, Jupiter, dan mengungkapkan asal-usulnya.

Misi kedua bernama Insight, misi ini akan mencoba menempatkan kendaraan baru di Planet Mars untuk melakukan pengeboran di dalam tanahnya.

Pada tahun 2017, Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) akan meluncurkan sebuah teleskop yang khusus bertugas untuk mengamati benda-benda langit yang masuk ke dalam zona layak hidup.

Di tahun 2018, Solar Probe Plus akan diluncurkan. Misi itu untuk mendapatkan sampel yang berada di luar atmosfer Matahari. Selain itu, Teleskop super canggih James Webb dijadwalkan juga akan diluncurkan pada tahun 2018 untuk menemukan galaksi yang lebih luas dari sebelumnya.
Ke Asteroid
Pada tahun yang sama, pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex juga bakal diluncurkan. Pesawat itu akan menjalankan misi terbang di dekat asteroid untuk mendapatkan sampel dan kembali lagi ke Bumi pada tahun 2023.

Tahun 2020, NASA berencana untuk meluncurkan kendaraan robotik atau rover baru ke Mars, menemani Curiosity. Tujuannya masih sama, yakni mencari tanda-tanda kehidupan di masa lalu, dan sampel-sampel lainnya.

Sementara tahun 2025 dan 2030 adalah misi terbesar NASA. Diharapkan pada tahun 2025, akan ada misi berawak untuk terbang ke sebuah asteroid. Sementara pada tahun 2030, mungkin ada manusia pertama, seorang pria, yang menginjakkan kakinya di Planet Mars. (ren)
Baca selengkapnya >>>>>

June 17, 2013

Mungkinkah " Gliese " Jadi Pengganti Bumi Dimasa Depan?

Beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan disinyalis telah menemukan planet yang mirip dengan bumi dan diperkirakan dapat dihuni oleh manusia, yaitu Gliese 581. Berikut rangkuman lima fakta tentang Gliese 581:


1. Gliese 581 c

Gliese 581 merupakan nama dari sistem tata surya yang terletak di area rasi bintang Libra. Gliese 581 merupakan bintang ke 581 dalam urutan katalog Gliese, yang diterbitkan pada tahun 1969 dan kemudian diperbaharui oleh Gliese dan Jahreiss pada tahun 1991.

Dalam area Gliese 581, terdapat planet Gliese 581 c yang juga disebut HO Librae c, Wolf 562 c, atau HIP 74995 c. Planet Gliese 581 c ini mengorbit pada Gliese 581, dan diperkirakan planet ini layak dihuni oleh manusia, serta diperkirakan juga terdapat air di permukaan planetnya.
2. Keadaan Gliese 581 c

Menurut para ahli, diperkirakan temperatur planet  Gliese 581 c ini berkisar 00 – 400C yang diperkirakan dapat dihuni oleh manusia. Massa planet ini sekitar 5 kali massa Bumi, walaupun planet ini merupakan planet terkecil di wilayah Gliese 581.

Para ahli menyatakan bahwa areal permukaan planet ini bertekstur bebatuan dan memiliki gravitasi dua kali lebih kuat daripada gravitasi bumi. Sistem tata surya Gliese 581 diperkirakan telah berusia 4,3 miliar tahun.
3. Tanda-Tanda Kehidupan

Para ahli menyatakan belum bisa mengetahui apakah planet Gliese 581 c ini telah berpenghuni atau tidak. Para ahli masih melakukan penelitian tentang tanda-tanda kehidupan di planet tersebut.

Para ahli sangat ingin mengirimkan satelit penelitian menuju area Gliese 581, namun menurut Dimitar Sasselov dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics menyatakan bahwa perlu 20 tahun cahaya untuk mencapai area Gliese 581 tersebut.


4. Orbit Gliese 581 c

Gliese 581 c diperkirakan berada pada zona layak huni karena diprediksi terdapat air dalam bentuk cair. Jarak Gliese 581 c terhadap bintang utamanya (pusat tata surya) hanya berjarak 11 juta Km, dan bumi berjarak 150 Km terhadap Matahari.

Hal tersebut menjadikan periode orbit Gliese 581 c hanya selama 13 hari di Bumi atau dapat diartikan; satu tahun di Gliese 581 c sama dengan 13 hari di Bumi.
5. Gliese 581
Planet Gliese 581 c ini ditemukan oleh tim Stephan Udry dari Observatorium Jenewa, Swiss dengan menggunakan HARPS yang dipasang pada teleskop 3,6 meter di European Southern Observatory, La Silla, Cile.

Pusat tata surya Gliese 581 ini berukuran lebih kecil, lebih dingin, dan pancaran cahanya tidak sehebat Matahari. Dalam sistem tata surya Gliese 581 ini terdapat tiga planet yang mengelilinginya, yaitu planet Gliese 581 c yang mirip dengan bumi, planet kedua yang besarnya 15 kali berat bumi dan planet ketiga yang beratnya delapan kali berat bumi.







Sumber:
republika
Baca selengkapnya >>>>>

June 16, 2013

10 Fenomena Bintang yang Menakjubkan

1. Garis X-ray Di Supernova Tycho
Gambar ini berasal dari Observasi Chandra yang sangat mendalam dari sisa-sisa super Tycho. X-ray bertenaga rendah (warna merah) memperluas puing-puing ledakan. Sedangkan X-ray warna Biru menunjukkan gelombang ledakan. Supernova seperti ini tidak pernah dilihat sebelumnya.

2. Supernova Casseopia A
Gambar ini menyajikan komposit sinar-X dari Chandra (merah, hijau, dan biru) dan data optik dari Hubble (emas) dari Cassiopeia A, sisa-sisa bintang raksasa yang meledak dalam supernova.
Inset : Sebuah guntingan dari interior bintang neutron, dimana kepadatan meningkat dari kerak (oranye) ke inti (merah) dan akhirnya ke wilayah di mana “superfluida” ada (bola merah dalam). 

3. Supernova Sharpnell di Dalam Meteroit 
Gambar ini menggabungkan data yang diambil dalam sinar-X. Nicolas Dhaupas, dai Univeritas Chicago, telah menganalisa kejadian ini dan memperkirakan bintang ini sudah berumur 4,5 miliar tahun. 

4. Bintang Baru Terbentuk 
Dalam gambar ini terlihat, partikel-partikel gas dari bintang yang sudah meledak, kembali bersatu membentuk sebuah bintang yang baru. 

5. Inti Bintang yang Hilang
Gambar ini diambil dari teleskop Hubble Tahun 2004, dan ada keanehan, yaitu bintang ini tidak memiliki inti sehinggan berbentuk seperti cincin 

6. Meledaknya Perut Sebuah Bintang 
Team Astronomi dari Universitas Collorado meneliti hubungan antara bintang yang berbentuk cincin dengan Supernova 1987A. 

7. Bintang Melepas Peluru Kosmik 
Dalam gambar dapat dilihat ada peluru kosmis terlepas dari sebuah bintang yang meledak. 

8. Bangkai Bintang Tersapu Angin
Sebuah gambar baru dari sinar-X Chandra NASA Observatory dan Spitzer Space Telescope menunjukkan debu dari sisa-sisa bintang runtuh.
Gambar komposit G54.1 0,3 menunjukkan sinar-X dari Chandra dengan warna biru, dan data dari Spitzer dalam warna hijau (panjang gelombang lebih pendek inframerah) dan merah-kuning (lagi panjang gelombang inframerah). 
Para ilmuwan berpikir bahwa pulsar (sumber putih di tengah) sedang tersapu oleh angin yang memanas sisa debu supernova. 

9. Perbandingan Dua Ledakan 
Gambar kiri ledakan bintang besar, dan gambar kanan ledakan bintang kecil. Ledakan bintang kecil lebih simetris, sedangkan ledakan bintang besar tidak simetris (asimetris). 

10. Ledakan Stellar 
 
Kesan ini artis material di sekitar bintang baru-baru ini meledak, dikenal sebagai Supernova 1987A (atau SN 1987A), didasarkan pada pengamatan yang untuk pertama kalinya mengungkapkan tampilan tiga dimensi dari distribusi bahan diusir.
Baca selengkapnya >>>>>

May 30, 2013

13 Fakta Tentang Matahari

 
Matahari adalah sumber kehidupan di bumi. Tanpanya, tak akan ada siang, tak ada tumbuhan yang hidup, dan banyak lagi. Sebagai pusat dari sistem Tata Surya, bola raksasa ini punya banyak fakta menarik. Kita lihat 13 diantaranya.

1. Matahari hanyalah satu dari 200 miliar bintang yang bertebaran di Galaksi Bima Sakti (Milky Way). Itu baru dibandingkan dengan satu galaksi, belum termasuk miliaran galaksi lain di alam semesta.

2. Bumi menerima energi sangat besar, hingga 94 milliar Megawatt dari Matahari. Ini setara dengan 40 ribu kali lipat tenaga yang menghidupkan satu negara Amerika Serikat.

3. Setiap detik, Matahari melepaskan lima juta ton material, termasuk hidrogen dan helium.

4. Temperatur atau suhu di dalam inti matahari diperkirakan mencapai 14 juta Kelvin, setara 13 juta derajat Celcius. Panasnya sungguh tak terbayangkan.

5. Energi yang diproduksi dari inti Matahari, membutuhkan waktu 50 juta tahun untuk mencapai permukaan Matahari. Jika Matahari menghentikan produksinya sekarang, maka makhluk di Bumi baru akan merasakan efeknya 50 juta tahun lagi.
 
6. Diameter Matahari setara dengan 109 kali diameter Bumi.

7. Jika Matahari diibaratkan sebuah bola pantai, maka Jupiter setara ukuran bola golf, dan Bumi hanya sebesar kacang.

8. Tidak seperti Bumi, Matahari sepenuhnya terbuat dari gas. Dengan kata lain, tidak ada permukaan yang padat di Matahari.

9. Cahaya matahari membutuhkan waktu 8,3 menit untuk sampai ke Bumi.

10. Kecepatan rotasi Matahari (velocity) sangat cepat, 383 mil per detik.

11. Untuk mengantarkan cahaya ke planet paling luar, Pluto, Matahari membutuhkan waktu 5,5 jam.

12. Matahari berotasi atau berputar pada porosnya selama 25,38 hari sekali waktu Bumi.

13. Matahari dan sistem planet di dalamnya mengorbiti pusat Galaksi Bima Sakti setiap 240 juta tahun sekali.
Baca selengkapnya >>>>>

May 29, 2013

10 Planet Paling Mengerikan di Alam Semesta


Jagat raya miliki jutaan bintang. Tak bisa dihitung secara pasti sebab langit seakan tak miliki dinding. Namun 10 planet paling mengerikan berikut, jangan berani bermimpi untuk mengunjunginya. Menurut situs Listverse, planet-planet ini tak sekadar tak bisa ditinggali, namun juga mematikan.

10. Planet Karbon
Planet ini disebut demikian sebab miliki kadar karbon yang cukup tinggi. Air lautnya berupa minyak mentah dan tar. Permukaan planet menggelembung dengan bau busuk metana.

9. Neptunus

Planet ini miliki arus angin yang mengerikan. Disebut Jet-Stream, kecepatannya bisa sampai 1.500 mil per jam dengan membentuk badai seukuran planet Bumi. Jika ada manusia di sana, kemungkinan akan hancur dan hilang terhempas akibat pusaran angin yang kuat.

8. 51 Pegasi b
Planet ini berukuran 150 kali lebih besar dari Bumi yang sebagian bear mengandung hidrogen dan helium. Planet 51 Pegasi b miliki suhu yang luar biasa panas. Temperaturnya bisa mencapai 1.000 derajat celcius. Dengan udara panas ini bisa akibatkan angin kencang hingga 1.000 km per jam.

7. COROT exo-3b

Dengan massa 20 kali lebih berat dari Jupiter, manusia akan bertambah berat 50 kali lipat di planet. Coba bayangkan jika ada seekor gajah yang menimpa Anda. Itulah rasanya bila hidup di planet COROT exo-3b.

6. Mars
 
Planet Mars dikenal dengan badai debunya. Badai ini bise bergerak cepat ke seluruh planet dalam beberapa jam saja. Badai debu ini ada karena partikel debu di udara menyerap sinar matahari serta pemanasan atmosfer di sekitarnya.

5. WASP-12b

Planet ini adalah planet terpanas yang pernah ditemukan. Suhu di permukaan bisa capai 2.200 derajat celcius. Permukaan planet WASP-12b miliki temperatur setengah dari suhu permukaan matahari. Bayangkan saja bagaimana dahsyatnya.

4. Jupiter
Planet ini kerap dilandai badai disertai angin berkecepatan 400 mill per jam. Badai tersebut juga diikuti kilatan petir 100 kali lebih terang daripada bumi.

3. Pluto

Pluto secara teknis tidak dikategorikan sebagai planet. Di Pluto sendiri suhu permukaan bisa mencapai minus 238 derajat celsius. Anda bisa membayangkan bagaimana dinginnya suhu di permukaan Pluto.

2. CoRoT-7b
Planet ini tak miliki karbon dioksida, air, dan nitrogen. Selain taklaik huni palnet CoRoT-7b miliki bahaya vulkanik yang cukup tinggi. Bahkan lebih berbahaya lagi daripada planet Jupiter yang milki 400 gunung berapi aktif yang bisa meletus setiap saat.

1. Venus
Planet ini miliki gas beracun yang sangat berbahaya. Meski miliki gravitas 90% dari Bumi namun planet ini miliki tekanan 100 kali dari Bumi. Jika berjalan di permukaan Venus akan seperti berjalan di kedalaman 3.000 meter dalam air. Ini belum ditambah suhu temperatur yang mencapai 475 derajat celcius.
Baca selengkapnya >>>>>

April 21, 2013

Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni


Penemuan planet-planet berbatu di zona layak huni itu membawa kita sedikit lebih dekat untuk menemukan tempat seperti rumah. Ini hanya masalah waktu sebelum kita mengetahui apakah galaksi adalah rumah bagi banyak planet seperti Bumi, ataukah kita memang langka."

Misi Kepler NASA telah menemukan dua sistem planet yang menjadi tempat bagi tiga planet berukuran super-Bumi dalam “zona layak huni”, zona di mana kisaran jaraknya dari bintang memungkinkan planet yang mengorbit berpeluang menyimpan zat cair.
Sistem Kepler-62 terdiri dari lima planet, yakni 62b, 62c, 62d, 62e dan 62f. Sedangkan sistem Kepler-69 hanya terdiri dari dua planet: 69b dan 69c. Tiga di antaranya, kepler-62e, 62f dan 69c, merupakan planet berukuran super-Bumi.
Dua planet super-Bumi ditemukan di seputar bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari matahari. Kepler-62f hanya berukuran 40 persen lebih besar dari Bumi, menjadikannya sebagai planet ekstrasurya yang ukurannya paling dekat dengan planet kita dalam zona layak huni bintang lain. Kepler-62f cenderung memiliki komposisi yang berbatu. Kepler-62e, yang mengorbit di tepi bagian dalam zona layak huni, berukuran sekitar 60 persen lebih besar dari Bumi.
Ukuran relatif semua planet zona layak huni yang baru ditemukan dengan didampingkan dengan Bumi. Dari kiri ke kanan: Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-62e, Kepler-62f dan Bumi (kecuali Bumi, gambar ini didasarkan ilustrasi artistik). (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Ukuran relatif semua planet zona layak huni yang baru ditemukan dengan didampingkan dengan Bumi. Dari kiri ke kanan: Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-62e, Kepler-62f dan Bumi (kecuali Bumi, gambar ini didasarkan ilustrasi artistik). (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Planet ketiga, Kepler-69c, berukuran 70 persen lebih besar dari Bumi, mengorbit dalam zona layak huni di seputar bintang yang mirip dengan matahari kita. Para astronom tidak terlalu yakin mengenai komposisi Kepler-69c, namun dari orbitnya yang memakan waktu 242 hari, planet itu serupa dengan planet tetangga kita, Venus.
Para ilmuwan belum mengetahui apakah ada kehidupan di planet-planet yang baru ditemukan itu, namun temuan mereka ini memberi sinyal bahwa kita sudah selangkah lebih dekat dalam menemukan dunia yang mirip dengan Bumi di seputar bintang seperti matahari kita.
“Pesawat ruang angkasa Kepler sudah pasti berubah menjadi bintang rock-nya dunia sains,” ujar John Grunsfeld, administrator Science Mission Directorate di Markas NASA di Washington, “Penemuan planet-planet berbatu di zona layak huni itu membawa kita sedikit lebih dekat untuk menemukan tempat seperti rumah. Ini hanya masalah waktu sebelum kita mengetahui apakah galaksi adalah rumah bagi banyak planet seperti Bumi, ataukah kita memang langka.”
Diagram yang membandingkan planet-planet dalam tata surya kita dengan dua planet dalam sistem Kepler-69 yang berjarak sekitar 2.700 tahun cahaya dari Bumi. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Diagram yang membandingkan planet-planet dalam tata surya kita dengan dua planet dalam sistem Kepler-69 yang berjarak sekitar 2.700 tahun cahaya dari Bumi. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Diagram yang membandingkan planet-planet dalam tata surya kita dengan kelima planet dalam sistem Kepler-62 yang berjarak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Diagram yang membandingkan planet-planet dalam tata surya kita dengan kelima planet dalam sistem Kepler-62 yang berjarak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Teleskop ruang angkasa Kepler, yang secara simultan dan terus menerus mengukur kecerahan pada lebih dari 150.000 bintang, adalah misi dari NASA yang pertama kali mampu mendeteksi planet-planet seukuran Bumi di seputar bintang mirip matahari kita. Mengorbiti bintangnya setiap 122 hari, Kepler-62e menjadi planet zona layak huni pertama yang teridentifikasi. Kepler-62f, yang memiliki periode orbit selama 267 hari, selanjutnya ditemukan oleh Eric Agol, profesor astronomi di University of Washington, salah satu bagian yang terlibat dalam studi ini.
Ukuran planet Kepler-62f kini sudah berhasil ditemukan, namun massa dan komposisinya belum diketahui. Meski demikian, berdasarkan studi-studi sebelumnya yang menyoroti eksoplanet berukuran serupa, para ilmuwan dapat memperkirakan massanya dengan metode asosiasi.
“Deteksi dan konfirmasi planet sangat membutuhkan upaya kolaboratif bakat dan sumber daya, serta menuntut keahlian dari seluruh komunitas ilmiah untuk bisa mewujudkan hasil-hasil yang luar biasa ini,” tutur William Borucki, kepala peneliti Kepler di Ames Research Center NASA di Moffett Field, California, dan memimpin penulisan makalah untuk studi sistem Kepler-62, “Kepler telah membawa kebangkitan dalam penemuan astronomi dan kami membuat kemajuan yang sangat baik menuju ke arah penentuan apakah planet yang mirip planet kita ini adalah pengecualian ataukah mengikuti aturan.”
Gambar Kepler-69c berdasarkan ilustrasi artistik, sebuah planet berukuran super-Bumi dalam zona layak huni di sebuah bintang yang mirip matahari kita. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Gambar Kepler-69c berdasarkan ilustrasi artistik, sebuah planet berukuran super-Bumi dalam zona layak huni di sebuah bintang yang mirip matahari kita. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Dua dunia zona layak huni di seputar Kepler-62 memiliki tiga planet pendamping lain yang berjarak lebih dekat dengan bintangnya; dua di antaranya berukuran lebih besar dari Bumi, sedangkan yang satunya seukuran Mars. Kepler-62b, Kepler-62c dan Kepler-62D, yang masing-masing mengorbit setiap lima, 12, dan 18 hari, membuat mereka menjadi sangat panas dan tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal.
Lima planet dalam sistem Kepler-62 mengorbiti sebuah bintang yang diklasifikasikan sebagai kurcaci K2, berukuran hanya dua pertiga dari matahari dengan kecerahan yang hanya seperlima dari matahari. Di usia tujuh miliar tahun, bintang ini sedikit lebih tua dari matahari, berjarak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi dalam konstelasi Lyra.
Gambar Kepler-62e berdasarkan ilustrasi artistik, sebuah planet berukuran super-Bumi dalam zona layak huni di seputar bintang yang berukuran lebih kecil dan lebih dingin dari matahari kita, berlokasi sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Gambar Kepler-62e berdasarkan ilustrasi artistik, sebuah planet berukuran super-Bumi dalam zona layak huni di seputar bintang yang berukuran lebih kecil dan lebih dingin dari matahari kita, berlokasi sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Pendamping untuk planet Kepler-69c, yang dikenal sebagai Kepler-69b, berukuran dua kali dari ukuran Bumi dan melintasi orbitnya setiap 13 hari. Bintang yang menjadi induk bagi planet-planet dalam sistem Kepler-69 dimasukkan ke dalam kelas yang sama dengan matahari kita, yaitu tipe-G. Berukuran 93 persen dari ukuran matahari dengan kecerahan sebesar 80 persen dari matahari, terletak sekitar 2.700 tahun cahaya dari Bumi dalam konstelasi Cygnus.
“Kita hanya mengetahui satu bintang yang menjadi induk bagi sebuah planet berisi kehidupan, yaitu matahari. Menemukan sebuah planet dalam zona layak huni di seputar bintang seperti matahari kita merupakan tonggak penting dalam menemukan planet yang benar-benar mirip Bumi,” ujar Thomas Barclay, ilmuwan Kepler di Bay Area Environmental Research Institute di Sonoma, California, serta mengisi posisi sebagai penulis utama dalam penemuan sistem Kepler-69 yang dipublikasikan dalam Jurnal Astrophysical.
Gambar Kepler-62f berdasarkan ilustrasi artistik, sebuah planet berukuran super-Bumi dalam zona layak huni di seputar bintang induknya. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Gambar Kepler-62f berdasarkan ilustrasi artistik, sebuah planet berukuran super-Bumi dalam zona layak huni di seputar bintang induknya. (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)
Ketika sebuah calon planet transit, atau melintas di depan bintang dari sudut pandang pesawat ruang angkasa, persentase cahaya dari bintang tersebut akan terhalang. Hasilnya adalah lengkung kecerahan cahaya bintang yang mengungkap ukuran planet transit, relatif terhadap bintangnya. Melalui metode transit ini, Kepler sudah berhasil mendeteksi 2.740 calon planet. Dengan mengerahkan berbagai teknik analisis, teleskop berbasis darat serta aset-aset ruang angkasa lainnya, 122 planet telah berhasil dikonfirmasi.
Di awal misi, teleskop Kepler menemukan planet-planet gas raksasa dalam orbit yang sangat dekat dengan bintang induknya. Dikenal sebagai “Jupiter-jupiter panas”, planet-planet tersebut lebih mudah dideteksi karena ukuran dan periode orbitnya yang sangat singkat. Bumi memakan waktu tiga tahun untuk menuntaskan tiga kali transit yang dibutuhkan agar bisa diakui sebagai calon planet. Dengan berlanjutnya pengamatan oleh Kepler, sinyal-sinyal transit dari planet zona layak huni seukuran Bumi yang mengorbiti bintang mirip matahari akan mulai muncul.
Untuk informasi lebih lanjut tentang misi Kepler, kunjungi: http://www.nasa.gov/kepler
Baca selengkapnya >>>>>

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

NEGARA-NEGARA YANG MELIHAT MY BLOG

free counters
 
Solusi Cerdas Copyright © 2012 Blogger Template Designed by Fuji Kalor