Showing posts with label Arkeologi. Show all posts
Showing posts with label Arkeologi. Show all posts

January 19, 2019

10 Kota yang Hilang di Dunia

Kota-kota ini dulunya sangat terkenal. Namun kota ini secara resmi telah dinyatakan hilang, tinggal meninggalkan puing-puing secara fisik dan catatan sejarah yang dikenang sepanjang masa.

Boleh saja Tsunami menenggelamkan beberapa pulau di jepang. Tapi saya yakin, Jepang akan bangkit untuk memperbaiki infrastrukturnya sehingga kota-kota yang sementara ini hancur tidak akan hilang.

Berikut ini daftar 10 kota yang hilang di dunia, baik akibat gempa ataupun akibat ulah manusia sendiri. Kota ini hanya meninggalkan catatan sejarah saja karena tidak ada yang membangun kembali (frozenly.com).

Akrotiri
akrotiri kota yang hilang
Kota ini dulunya dicatat sebagai kota besar di jaman perunggu, sekitar 1500 SM. Namun sebuah letusan gunung berapi yang sangat dahsyat menenggelamkan seluruh wilayahnya.  Beberapa peninggalannya masih bisa ditemukan di pulau Santorini, Yunani, berupa lukisan dinding dan keramik. Akrotiri dianggap sebagai bagian dari legenda Atlantis.

Babel, Taman Gantung Babilonia
babel taman gantung kota yang hilang
Banyak catatan sejarah mencatat Taman Gantung Babilonia sebagai sebuah kerajaan yang indah. Sejarawan Herodotus mengisahkannya sebagai sebuah kota dengan taman gantung yang tiada duanya.

Troy
troy kota yang hilang
Seperti halnya Akrotiri, Babel dan Atlantis, kota keberadaan Troy masih menjadi misteri. Banyak legenda mengisahkan tentang kota yang sangat kaya ini dengan bangunan istana metrópolis dan harta karun yang tersembunyi.

Angkor
angkor kota yang hilang
Kota ini ditemukan kembali oleh seorang penjelajah asal Perancis, Henri Mouhot, 140 tahun yang lalu. Terletak di hutan lebat Kamboja dengan menyisakan bangunan-bangunan indah.

Kuelap
kuelap kota yang hilang
Kota ini ditemukan di Peru bagian utara, tersembunyi di tengah hutan dengan dinding kokoh yang masih berdiri. Konon kota ini berumur lebih tua dari peninggalan Inca.

Tikal
tikal kota yang hilang
Kota ini secara misterius ditinggalkan oleh lebih dari 90.000 penduduknya sekitar tahun 900 Masehi. Dikenal sebagai ibukota peradaban suku Maya yang terdiri dari 4000 bangunan yang akhirnya ditelan oleh keganasan hutan selama lebih dari 1000 tahun.

Carthage
carthage kota yang hilang
Kota ini mengalami kehancuran dua kali dalam perang, pertama oleh Roma selama perang Punic di tahun 146 SM, kemudian oleh  Arab di tahun 698 SM. Sekarang, sisa-sisa peninggalannya masih tersebar di seluruh Byrsa Hill di Tunisia.

Oradour-sur-Glane
oradur sur glane kota yang hilang
Tidak seperti kota-kota kuno lainnya di atas, kota di Perancis ini tidak pernah menghilang.  Namun Oradour merupakan saksi pembantaian Nazi terhadap penduduk setempat selama Perang Dunia II, di mana total 624 penduduk dibunuh pada tanggal 10 Juni 1944. Kemudian kota itu diratakan dengan tanah dan ditinggalkan sampai hari ini. Beberapa acara memorial masih sering diadakan di tempat ini.

Petra
petra kota yang hilang
Yang tersisa dari kota ini ketika ditemukan adalah sekitar lebih dari 1.000 makam, sebuah altar kurban dan biara. Sementara beberapa mata air masih mengalir di sekitar kota dan menjadi sumber penghidupan penduduk.

Machu Picchu
machu picchu kota yang hilang
Kota ini menjadi simbol kebesaran kerajaan Inca. Namun seiring kehancuran Inca sejak 1530-an, kota ini mulai ditinggalkan dan dinyatakan hilang. Penjelajah Amerika, Hiram Bingham, akhirnya menemukan kembali kota ini dalam pencariannya akan kebesaran suku Inca di tahun 1911.
Baca selengkapnya >>>>>

May 24, 2013

7 Peninggalan Misterius di Dasar Laut


Ketika benua berevolusi, ketika daratan hilang akibat naiknya permukaan air laut, peradaban manusia masa lalu pun ikut terkubur. Banyak yang masih menjadi misteri, seperti misalnya Atlantis. Hanya legenda atau benar-benar nyata? Keberadaanya terus dicari berdasarkan kisah filsuf Pluto 2500 tahun lalu.

Kita lupakan sejenak masalah Atlantis, karena masih banyak penemuan-penemuan lain di dasar samudera yang juga menyimpan misteri. Lihatlah 7 tempat dalam daftar di bawah ini.


 
1. Kota bawah laut Kuba
 

Struktur seperti kota di bawah laut pada gambar di atas tertangkap sonar secara tak sengaja oleh sebuah perusahaan yang sedang melakukan survei pemetaan dasar laut. Temuan pada tahun 2001 di lepas pantai Kuba ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi, bahwa inilah Atlantis yang hilang.

Sementara ada juga yang mengaitkan dengan legenda Maya dan Yucatecos, bahwa inilah pulau di jaman kuno yang dihuni nenek moyang mereka sebelum akhirnya lenyap ke dalam laut. Tak ada yang bisa mendukung semua teori tersebut, penelitian masih terus dilakukan di area seluas 200 hektar dan pada kedalaman antara 2.000 dan 2.460 kaki (± 700 m) ini.

 

2. Batu Melingkar di Laut Galilea
 

Pada tahun 2003, para ilmuwan terkejut menemukan struktur batu melingkar yang besar di kedalaman 30 kaki (9 m) di Laut Galilea. Struktur ini terdiri dari batu basal, ditumpuk dalam bentuk kerucut. Besarnya kira-kira dua kali ukuran Stonehenge di Inggris.

Dalam temuan mereka yang baru saja diterbitkan, arkeolog telah mencatat bahwa bentuk ini juga ditemukan pada pemakaman kuno di seluruh dunia. Namun, ukuran di dasar Laut Galilea ini sangat besar. Penelitian masih terus dilanjutkan guna mengungkap misteri ini.

 

3. Lingkaran Aneh di Florida
 
 
Seperti halnya penemuan di Laut Galilea, lingkaran-lingkaran aneh juga berhasil ditangkap oleh citra satelit Google di lepas pantai Florida, North Carolina. Dalam gambar terlihat banyaknya lingkaran di dasar laut tersebut.  Arkeolog masih berspekulasi bentuk lingkaran ini merupakan tipe penguburan kuno dan berasal dari sekitar tahun 8000 SM.



 
4. Struktur batu di Ontario


Di tahun 2005 para penyelam menemukan struktur batu yang unik. Letaknya di kedalaman 40 kaki (12 m) laut Ontario, Kanada. Bentuknya seperti tempurung kura-kura, memanjang dengan permukaan hampir sepenuhnya bertumpu pada batu-batu kecil seukuran bola bisbol. Beratnya diperkirakan 453 kg.

Awalnya mereka menganggap hanya proses ilmiah ciptaan alam, hingga akhirnya para ahli geologi dan arekologi melihat hasil foto. Mereka meyakini bahwa struktur batu itu buatan manusia. Bagaimanapun, fungsi dan alasan berada di kedalaman tersebut masih jadi misteri.



 
5. Stonehenge di Danau Michigan


Menyebut Stonehenge pasti langsung terbayang monumen batu bersejarah di Inggris. Padahal, bentuk serupa juga ditemukan di berbagai belahan dunia. Pada tahun 2007 saat peneliti melakukan pemindaian dengan sonar di Danau Michigan, mereka menemukan serangkaian batu sejajar dalam lingkaran 40 kaki (12 m) di bawah permukaan. Salah satu batu juga tampaknya memiliki ukiran mastodon, sebuah hewan yang telah punah selama 10, 000 tahun.



6. Monumen Yonaguni Jepang
 
 
Sampai sekarang sebenarnya keberadaan monumen Yonaguni ini masih terus diperdebatkan. Pasalnya, sejak ditemukan tahun 1987 silam mash jadi pertanyaan apakah struktur batu-batuan ini dibuat oleh alam atau campur tangan manusia. Kalau misalnya benar dibuat oleh manusia, kemungkinan berasal dari zaman es terakhir atau sekitar 10.000 SM.


  
7. Kota hilang Arab


Seberapa maju sebenarnya peradaban di jazirah Arab, Timur Tengah ribuan tahun sebelum Masehi? Selama ini kita selalu dihadapkan pada kisah jahiliyah, kaum yang suka membunuh dan akrab dengan kekerasan. Bisa jadi, dengan temuan di Teluk Khambat di tahun 2001 membuka tabir masa silam.

Penemuan kota yang hilang ini dibuat dengan bantuan sonar, dan digambarkan sebagai tempat tinggal lengkap dengan sistem drainase, ruang mandi, lumbung dan benteng seperti dari masa pra-peradaban Lembah Indus. Selama investigasi tindak lanjut, daerah itu dikeruk dan beberapa artefak lainnya ditemukan, seperti misalnya peralatan kayu (tertanggal ± 7.000 SM), tulang fosil, tembikar dan lainnya. Sampai saat ini penelitian masih terus dilanjutkan.





 
Sumber:
listverse.
Baca selengkapnya >>>>>

September 25, 2012

Crop Circle Juga Ditemukan di Dasar Laut

Sebuah pola melingkar unik seperti "Crop Circle" ditemukan di laut Amami Oshima, selatan Jepang. Seorang fotografer lepas senior, Yoji Ookata, yang telah mendokumentasikan kehidupan bawah laut sejak 50 tahun lalu, mengatakan ini luar biasa.


Menurut Ookata, crop circle ini ditemukan di kedalaman 25 meter di dasar laut. Lingkaran ini berdiameter dua meter dan membentuk pola-pola yang sistematis. 

Siapa yang menciptakannya? Ookata lalu meminta koleganya di stasiun televisi nasional jepang, NHK, untuk menginvestigasi. 


Mereka kembali menyelam ke dasar laut untuk mendokumentasikan hal ajaib yang diklaim baru ditemukan pertama kali itu. 

Saat tiba di lokasi crop circle itu, Ookata dan tim terkejut mengetahui lingkaran terpola itu diciptakan oleh seekor ikan gembung (pufferfish). "Lingkaran itu digambar dengan siripnya," ujarnya.



Menurutnya, sang ikan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan karya tersebut. Tujuan pembuatan karya ini rupanya untuk memikat ikan gembung betina. Setelah itu mereka berkembang biak, crop circle itu jadi tempat bersarangnya telur-telur mereka.

"Semakin tinggi dan rumit pola gundukan lingkaran itu, betina semakin tertarik," ujarnya.



Penemuan ini mengusik permukaan ilmu tentang laut. Di planet biru yang komposisinya 70 persen dipenuhi air ini, eksplorasi ilmu tentang laut diperkirakan baru mencapai lima persennya saja. 


Sumber :
thefeaturedcreature.com
tempo.co
Baca selengkapnya >>>>>

September 21, 2012

Mosaik Romawi Kuno Ditemukan di Turki

Kolam mosaik raksasa yang menampilkan pola geometri rumit telah digali di Turki selatan. Kemunculan kolam ini membuktikan luasnya jangkauan kekaisaran Romawi pada masa kejayaan.


Mosaik yang ditemukan menghiasi lantai kompleks pemandian sepanjang 7 meter dan kemungkinan berada di luar ruang, kata Michael Hoff, sejarawan University of Nebraska, Lincoln dan direktur penggalian mosaik ini. 



Temuan ini, menurut Hoff, kemungkinan berasal dari abad 3-4. Mosaik itu pun cukup luas, yaitu 149 meter persegi, atau seluas rumah keluarga.




"Sejujurnya, saya sangat kagum akan ukuran mosaik yang sangat besar itu," kata Hoff pada LiveScience.



Petunjuk pertama ada sesuatu yang mengagumkan terkubur di selatan Turki muncul pada 2002, saat profesor sejarah klasik Universitas Purdue Nick Rauh berjalan di ladang yang baru selesai dibajak dekat kota kuno Antiochia ad Cragum. 



Hasil bajakan itu memunculkan potongan-potongan lantai mosaik, kata Hoff. Rauh kemudian berkonsultasi dengan arkeolog lain, termasuk para ahli di museum lokal Alanya, Turki. 



Sayangnya museum tak punya dana untuk menggali lebih jauh mosaik tersebut, sehingga para arkeolog pun mendiamkannya.




Tahun lalu, dengan munculnya izin arkeologi baru, arkeolog museum mengundang Hoff dan timnya untuk menyelesaikan penggalian.



Sejauh ini, para peneliti sudah menemukan sekitar 40 persen mosaik. Lantainya dalam kondisi prima, menurut Hoff dalam video universitas soal penggalian. Mosaik ini kemungkinan merupakan bagian dari kolam renang pualam luar ruang yang diapit oleh portico.




Mosaiknya terdiri dari kotak-kotak besar, masing-masing memiliki motif geometri unik di atas latar putih, dari motif ledakan bintang sampai lingkaran yang berjalin. 



Ini adalah mosaik terbesar yang pernah ditemukan di Turki selatan, yang merupakan kawasan pinggiran Kekaisaran Romawi, menurut Hoff.



Keberadaan mosaik ini menunjukkan bahwa Antiochia ad Cragum mendapat lebih banyak pengaruh Romawi dari yang sebelumnya diperkirakan.




Kota Antiochia ad Cragum didirikan pada abad pertama, dan memiliki beberapa fitur Romawi seperti rumah pemandian dan pasar-pasar.



Tim Hoff juga sudah menggali kuil Romawi dari abad ketiga di kota dan jalanan yang diapit oleh pilar-pilar serta toko-toko.




Tim ini akan kembali bersama para mahasiswa dan sukarelawan untuk menyelesaikan penggalian mosaik pada Juni 2013. Rencananya, menurut Hoff, mereka akan membangun pondok kayu di atas mosaik dan membuka situs tersebut untuk umum.




Sumber :

Baca selengkapnya >>>>>

September 13, 2012

Gunung Santorini yang "Menenggelamkan" Kota Atlantis Kini Telah Bangkit Kembali

Batuan cair menggelegak panas di bawah pulau gunung berapi Santorini, di Laut Aegea, Yunani, tempat di mana salah satu erupsi gunung berapi terdahsyat di Bumi terjadi, dalam kurun waktu 10.000 tahun. 


Letusan itu terjadi sekitar 3.600 tahun lalu. Kala itu sekitar tahun 1620 Sebelum Masehi, Santorini meletus dahsyat, memicu tsunami setinggi 12 meter yang menyapu bersih peradaban Minoa di Yunani, dan mungkin telah melahirkan salah satu legenda yang menyandera imaji manusia: misteri kota Atlantis yang hilang. 




Dan, gunung itu kini menunjukan tanda-tanda kebangkitannya. Dalam 1,5 tahun terakhir, kamar magma di bawah pulau gunung berapi itu menggelembung sebesar 20 juta meter kubik atau 15 kali ukuran London Olympic Stadium -yang digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan olimpiade 2012-. Massa magma raksasa juga telah menyebabkan kenaikan pulau setinggi 14 centimeter. Demikian studi terbaru yang dimuat di jurnal Nature Geoscience.



Penelitian terbaru ini menindaklanjuti laporan sebelumnya, yang juga dikeluarkan tahun ini, yang menyatakan kebangkitan aktivitas gempa baru di bawah gunung berapi, setelah ia diam dan tenang selama 25 tahun terakhir.



Laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran, gunung itu bisa meletus dalam waktu dekat, meski kapan persisnya itu bakal terjadi, belum bisa dipastikan. 




"Sebelumnya kami sama sekali tidah tahu perilaku gunung api itu selama periode jeda antar erupsi," kata David Pyle, peneliti Oxford University dan salah satu penulis laporan kepada situs sains Our Amazing Planet. "Saat ini, sepertinya ruang magma di bawah gunung berapi seperti Santorini tumbuh makin besar." 



Saat meletus 1620 SM, gunung itu merusak peradaban di Laut Aegea, menghancurkan pulau-pulau di sekitarnya. Dari atas udara, kawah bekas letusannya kini hanya berupa wilayah kecil di antara koleksi pulau-pulau besar Yunani di Laut Aegea. 



Awal tahun ini, sensor global positioning system (GPS) yang dipasang di kaldera mendeteksi pergerakan baru mengukur serangkaian gempa bumi kecil.



Aktivitas seismik diyakini bisa memicu erupsi, dan sering menjadi pertanda bahwa sebuah gunung sedang bersiap untuk meletus dalam waktu relatif dekat. Namun, yang membingungkan, alih-alih naik, aktivitas seismik justru menurun drastis dalam waktu beberapa bulan. 



Bagaimana jika Santorini kembali meletus? Apakah efeknya akan sama mengerikannya seperti di masa lalu?



Menurut para peneliti, tragedi yang sama tidak akan berulang kembali. Apalagi sampai menyapu perabadan seperti di era Minoa. Sebab, ukurannya jauh lebih kecil. 



"Santorini memang terkenal dengan letusan dahsyatnya di masa lalu. Namun erupsi sebesar itu mungkin hanya terjadi tiap 20.000 tahun," kata Pyle. Meski demikian, para ahli memperingatkan, gunung api itu wajib untuk terus diawasi. 




Kaitan dengan Atlantis




Masih terkait letusan Santorini di masa lalu, ada banyak spekulasi tentang kaitannya dengan legenda Atlantis, yang menurut Plato, tenggelam di dasar lautan.



Meski sebagian ilmuwan berpikir, itu hanya sekedar cerita yang dibuat-buat, lainnya berpendapat, cerita soal letusan gunung itu mungkin membangkitkan kisah tentang sebuah kerajaan yang hilang, tentang peradaban Minoa yang nyata pernah hidup dan berkembang di Mediterania.



Seperti diungkap Plato dalam "Timaeus" dan "Critias" , Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules". 



Pulau berperadaban maju itu memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra. "Hanya dalam waktu satu hari satu malam".



Sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut ia tenggelam di Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, Spanyol, bahkan Indonesia. 




Sumber :

Baca selengkapnya >>>>>

September 12, 2012

10 Letusan Vulkanik yang Super Dahsyat

10. Gunung Vesuvius, Italia (3.360 meninggal di 24 Agustus 79 Masehi)



 
Gunung Vesuvius berdiri tinggi di pesisir pantai Teluk Napoli serta dengan pemandangan yang indah dari Napoli yang meletakkan terdepan untuk ketinggian yang luar biasa. Meskipun pemandangan indah, Gunung Vesuvius memberi jalan untuk berbagai letusan, diantaranya yang terjadi pada tahun 79 adalah sudah cukup untuk menghancurkan kota Romawi yang dulu makmur di Herculaneum dan Pompeii.

Letusan yang diperkirakan meluas lebih dari 19 jam melepaskan batuan vulkanik dan abu yang cukup untuk menutupi wilayah 1 mil kubik bersamaan dengan hujan tephra. Dikatakan bahwa merebaknya besar-besaran ini ditahbiskan oleh berbagai tanda-tanda di permukaan bumi bahwa Roma gagal membaca. Penggalian terbaru telah mengungkapkan tentang 1.150 kerangka tetap dimakamkan di abu sekitar Pompeii dan Herculaneum, yang namun hanya sebuah fragmen kecil dari jumlah sebenarnya korban.

Letusan utama Gunung Vesuvius lain telah direkam di tahun 1660 1682, 1694, 1698, 1707, 1737, 1760, 1767, 1779, 1794, 1822, 1834, 1839, 1850, 1855, 1861, 1868, 1872, 1906, 1926, 1929, dan 1944.

9. Gunung Vesuvius, Italia (3.500 meninggal pada Desember 1631)
 

 
Gunung Vesuvius di Teluk Naples, Italia memegang rekor sebagai gunung berapi yang aktif di Eropa yang telah meletus dalam seratus tahun terakhir. Tepat dari zaman Romawi, Vesuvius telah menjaga saat meletus dan kembali dengan intensitas bervariasi. Letusan 1631 adalah terutama yang bersifat destruktif yang memakan korban hampir 3.500 warga dan pemukiman desa. Selain dari lava, aliran air panas mendidih juga dilepaskan yang berfungsi untuk memperparah devastations.

8. Gunung Galunggung, Indonesia (4.011 meninggal pada 1882)

 
Ini ada satu lagi dari stratovolcanoes aktif yang mematikan di Indonesia, termasuk Lingkaran Api Pasifik yang meletus di Jawa Barat Indonesia pada tahun 1882. Sepuluh Ribu Hills dari Tasik Malaja di lereng sebelah tenggara Gunung Berapi Galunggung telah lama masih menjadi bahan spekulasi bagi ahli geologi Barat yang telah dikemukakan teori yang berbeda untuk pembentukan mereka. Sementara beberapa menunjukkan bahwa, endapan terakumulasi dari kebocoran cairan lava membentuk mereka, yang lain mengusulkan mereka telah diciptakan secara artifisial.

Namun, sifat semakin aktif dan membentuk tapal kuda Gunung Berapi Galunggung adalah indikasi dari pergolakan tektonik yang dilanjutkan dimulai sejak jaman sekitar 23.000 tahun. Endapan vulkanik yang sama telah digali melalui eksposur tambang di sekitar Gunung St Helens dan Gunung Shasta.

7. Gunung Kelut, Indonesia (5.110 meniggal pada 1919)
 

 
Gunung berapi ini terletak di Jawa Timur dan Indonesia sudah dikenal hampir 30 letusan eksplosif yang menandai sejarah sejak 1000 Masehi letusan terjadi di tahun 1951, 1966, dan 1990 secara bersama bertanggungjawab atas kematian 250 orang. Letusan 1919 merupakan besarnya yang telah melampaui semua catatan terbaru dari kehancuran terutama disebabkan oleh lumpur yang sangat besar yang mengambil 5.110 nyawa.

Butuh waktu beberapa tahun sejak 1919 untuk membangun ledakan Terowongan Ampera di kawah untuk mengosongkan danau kawah dan mengurangi risiko lumpur. Yang terbaru pada tahun 2007, gunung berapi Kelut meletus lagi tapi kali ini pemerintah Indonesia, diperingatkan oleh para ilmuwan terlebih dahulu diamankan dengan memindahkan 30.000 orang yang tinggal di dekat ke tempat yang aman.

6. Gunung Laki, Islandia (9350 meninggal 1783)
 
 
Laki adalah nama lain untuk 'Kawah dari Laki' arti istilah Lakagígar - suatu sistem Eldgjá lembah dan gunung berapi Katla ditemukan antara Mýrdalsjökull dan gletser Vatnajokull dekat kota Kirkjubaejarklaustur. Setelah letusan besar Masehi 934, sejarah terulang pada 8 Juni 1783 ketika sekitar 14 km3 lava basal memancarkan tebal dari gunung berapi Grímsvötn dan fisura Laki membanjiri dataran.

Para fluor / sulfur-dioksida beracun asap keluar dari kawah ternak hancur dan mendorong penduduk setempat untuk kehancuran mereka dengan kelaparan. Pada racun setelah efek ini Skaftáreldar mengerikan ("Skaftá sungai kebakaran") letusan lanjutan dan dirasakan di seluruh Eropa dalam bentuk "kabut Laki". Perubahan cuaca liar seperti kekeringan, dan musim dingin hailstorms pahit fitur meteorologi biasa di belahan bumi Utara selama tahun-tahun berikutnya.

5. Gunung Unzen, Jepang (14.300 meninggal 1792)
 

 
Gunung Unzen berdiri sebagai gunung berapi aktif di antara sekelompok stratovolcanoes menguatkan jalinan di kota Shimabara di Pulau Kyushu. Gunung berapi ini telah kembali menjadi aktif dalam dekade terakhir dan aliran piroklastik terbaru dilaporkan pada tahun 1991. Namun, ini tidak seberapa dibandingkan dengan pasca-gempa letusan 1792 dan runtuhnya kubah vulkanik selanjutnya termasuk bagian timur kubah Mayuyama yang ditetapkan dalam gerakan pembunuh tsunami. Hal ini ditambah oleh aliran lava dasit yang mematikan dari puncak Fugen-dake di dekatnya. Pengujian terbaru yang sedang dilakukan oleh volcanologists untuk mengetahui kemungkinan pengulangan tragedi tersebut.

4. Gunung Ruiz, Kolombia (25.000 meniggal pada Oktober 1985)
 

 
Stratovolcano Andes Nevado Del Ruiz atau Gunung Ruiz terletak di Jurusan Caldas Kolombia yang jatuh dalam 'Cincin Api Pasifik ". Meskipun kerucut vulkanik ini sudah aktif sejak awal zaman Pleistosen, 1985 letusan dan semburan lumpur selanjutnya sangat fenomenal dan cukup untuk melenyapkan keberadaan Armero sangat. Pada Oktober 1985 bencana yang diukur 3 di Volcanic Explosive Index datang sebagai kejutan sejak Mt. Ruiz sudah tidak aktif selama 150 tahun.

Namun, itu diikuti oleh pra-letusan yang cukup besar seperti emisi fumarol serta kegiatan pasca-letusan. Magma yang keluar dengan letusan merupakan penelitian dan ditemukan diperkaya dengan belerang dioksida. Bahkan sekarang, ancaman letusan tektonik yang masa mendatang tampak besar diatas kota Manizales, ancaman bahaya terletak dekat dengan Mt fatal. Ruiz.

3. Gunung Pelee, Martinique (30.000 meninggal pada April-Mei 1902)
 

 
Terletak di pinggiran utara Martinique, Mt. Pelee adalah salah satu Stratovolcano terbesar dunia yang menciptakan kekacauan di kota Saint-Pierre dengan letusan besar 1902. Saint-Pierre digunakan untuk menjadi sebuah kota yang cukup besar dan makmur di Karibia Perancis sampai hari sial 25 April ketika serangkaian eksplosif letusan menandakan bencana datang. Dalam waktu singkat, jalan-jalan dari Saint-Pierre ditutupi lapisan abu vulkanik.

Sebuah awan hitam gelap asap yang disebut nuee ardente menutupi kota dan mengklaim lebih banyak korban karena panas yang menakjubkan. Besarnya gemuruh vulkanik terus meningkat hanya untuk berujung pada semburan lumpur yang merusak yang melanda Saint-Pierre dan desa Morne Rouge pada tanggal 5 Mei dan memakan 30.000 korban. Hanya dua orang secara ajaib selamat.

2. Krakatau Volcanic Island, Indonesia (36.417 meninggal pada bulan Agustus 1883)
 

 
Pulau vulkanik terkenal adalah terletak di antara Sumatera dan Jawa. Pada devastations disebabkan oleh letusan urut pada 26 Agustus dan 27 tahun 1883 bahkan pengeboman Hiroshima outshone nuklir pada benturan dan suara. Ini terdengar dari sejauh Australia dan Mauritius! Letusan yang berkisar hingga 6 dalam Indeks Volcanic Explosive menyapu bersih dua-pertiga dari Pulau Krakatau. Hal ini diikuti oleh semua tsunami yang melanda-dihempas di kota Merak dan mengacaukan kapal yang mengapung di pantai Afrika Selatan.

Beberapa teori diusulkan sebagai kemungkinan penyebab pada ledakan raksasa. Kasus yang paling umum adalah fenomena dimana air tanah freatik bercampur dengan magma untuk memberi jalan untuk tekanan yang luar biasa. Aliran piroklastik yang fatal menghancurkan pemukiman Teluk Betung dan seperti Ketimbang di Sumatra dan Semarang dan sirik di Jawa, beberapa di antaranya belum pernah repopulated.

Untuk hari setelah letusan itu terjadi, kerangka manusia pada perahu karet apung yang ditemukan mengambang di sepanjang pantai timur Afrika. Selain tsunami, lapisan abu panas terus mengapung di permukaan laut dan menciptakan gelombang yang lebih kecil di Selat Inggris. Perubahan cuaca mengejutkan berlanjut sampai tahun berikutnya dan pulau Anak ("Anak") Krakatau muncul.

1. Gunung Tambora, Indonesia (92.000 meninggal letusan 1815 April)
 

 
Sekitar 4.300 m ini stratovolcano aktif tinggi yang terletak di Pulau Sumbawa di Indonesia menguras isi ruang magma besar di April 1815 yang terakumulasi selama berabad-abad. Dampak dari ledakan ini diukur titanic 7 dalam Indeks Explosive Vulkanik dan dirasakan seluruh 1816 dengan perubahan iklim kotor, sebuah tsunami mini, hujan abu vulkanik dan perusakan tanaman dan ternak yang menyebabkan kelaparan berkelanjutan pada belahan bumi utara.

Diperkirakan bahwa Gunung Tambora telah meletus tiga kali sebelum pergerakan 1815 yang mendorong ke atas sampai 43 km di stratosfer. Partikel-partikel halus abu vulkanik yang tetap di atmosfer menyebabkan fenomena optik nyata menciptakan warna matahari terbenam lagi. Letusan kecil terus sejak menunjukkan Gunung Tambora itu telah tetap aktif.
 
sumber: http://bagusseven.blogspot.com
Baca selengkapnya >>>>>

August 13, 2012

Bukti Piramid Mesir yang Hilang Ditemukan?

Dua kompleks piramida mungkin telah ditemukan, berdasarkan citra survei satelit Google Earth.
Keduanya terletak saling berjauhan, terpisah jarak sekitar 90 mil atau sekitar 144,8 kilometer. Seperti nampak dalam citra satelit, masing-masing situs berisi gundukan tak biasa dengan fitur dan orientasi menarik. Demikian diungkapkan peneliti arkeologi satelit Angela Micol dari Maiden, NC.

Salah satu situs berada di Mesir Hulu, hanya 12 mil dari Kota Abu Sindhun yang terletak di sepanjang Sungai Nil, terdiri dari empat gundukan, dan dataran tinggi berbentuk segitiga.

Dua gundukan besar diperkirakan memiliki lebar 250 kaki atau 76,2 meter. Sementara dua gundukan lain diperkirakan memiliki lebar 100 kaki atau 30,48 meter.

Kompleks situs ini diatur dalam formasi yang sangat jelas dengan gundukan besar memanjang dengan lebar sekitar 620 kaki atau 188,7 meter - hampir tiga kali ukuran Piramida Besar (Great Pyramid).

"Berdasarkan pemeriksaan lebih dekat dari sisi formasinya, gundukan tersebut punya bagian atas yang sangat datar dan memiliki bentuk segitiga sama sisi yang terkikis oleh waktu," kata Micol dalam situsnya,  Google Earth Anomalies, seperti dimuat dalam situs sains, Discovery.

Yang menarik, saat gambar bentuk segitiga itu diperbesar, nampak dua ada dua fitur lingkaran selebar 7 meter terlihat hampir di tengah segitiga itu.
Bukti keberadaan piramida Mesir yang hilang?

Sementara situs kedua berjarak 90 mil ke utara, dekat oasis Fayoum. Kompleks piramida kedua mungkin berisi empat sisi, gundukan terpotong yang kira-kira lebarnya 150 kaki atau 45,72 meter.

"Ini memiliki pusat persegi yang berbeda yang sangat biasa bagi gundukan seukuran itu. Dari atas hampir nampak seperti piramida," tulis Micol.

Terletak hanya 1,5 mil di tenggara kota kuno, Dimai, situs ini juga memiliki tiga gundukan lebih kecil dalam formasi yang jelas. "Mirip dengan diagonal di piramida Giza."

"Warna gundukan gelap dan mirip dengan komposisi bahan dinding Kota Dimai yang terbuat dari bata merah dan batu."
Bukti keberadaan piramida Mesir yang hilang?
Sejarah kota kuno Dimai
Didirikan pada abad ketiga SM bawah raja Dinasti Ptolemy, Ptolemeus II Philadelphus (309 SM-246 SM), Dimai dibangun di atas sebuah permukiman neolitikum, yang jauh lebih tua.

Juga dikenal sebagai Dimeh al-Siba, Dimeh of the Lions, kota ini dikelilingi oleh dinding bata merah yang membentang, dengan tinggi 32 kaki dan tebal 16 kaki. Di pusatnya berdiri sebuah kuil batu yang hancur, yang didedikasikan untuk Soknopaios, dewa buaya. Memang, nama Yunani kota itu adalah Soknopaiou Nesos, berarti "Pulau Soknopaios."

Kota tersebut sangat terkenal di kalangan para ilmuwan terkemuka, untuk papirus, dan naskah tertulis lain ditemukan di antara reruntuhan.

Dimai mencapai puncaknya selama abad pertama dan kedua Masehi, berkat lokasinya di jalur perdagangan utama. Namun pada pertengahan abad ke-3 Masehi ia mulai ditinggalkan.

Micol  yakin ada piramida di balik gundukan itu. "Gambar-gambar itu berbicara sendiri. Ini sangat jelas situs apa yang mungkin ada di balik gundukan. Namun, diperlukan verifikasi bahwa pada kenyataannya, itu piramida," kata dia.

Dia percaya penggunaan citra inframerah akan memungkinkan para ilmuwan untuk melihat kompleks secara lebih rinci.

Itu bukan satu-satunya situs yang terkuak melalui Google Earth. Sebelumnya, peneliti menemukan bangunan diduga situs arkeologi, termasuk yang diduga sebagai kota bawah air di lepas pantai semenanjung Yucatan.

Baca selengkapnya >>>>>

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

NEGARA-NEGARA YANG MELIHAT MY BLOG

free counters
 
Solusi Cerdas Copyright © 2012 Blogger Template Designed by Fuji Kalor